Thursday, 7 May 2020

Mari Analisa Sidik Jari Buah Hati Anda Bersama Kami proFAT Indonesia

 Kami CV. ProFAT Indonesia, pelopor dan inovator di bidang jasa analisa sidik jari yang dibutuhkan anak bangsa untuk meraih cita-cita dan kesuksesannya-dimana tujuan dari analisa sidik jari ini adalah untuk mengetahui ciri khas masing – masing anak yang meliputi :
Gaya Belajar, Tipe Kecerdasan, Dominasi Kinerja Otak, Cara Berfikir, Proses Bernalar, Karakteristik Kepribadian, Potensi Bakat, Respon Tindakan, Respon Berpikir, dan Respon Pergaulan.

Sejauh ini kami sudah mengadakan kerjasama dengan ratusan sekolah di seluruh Indonesia dan kota Semarang khususnya.







Berikut daftar nama sekolah di kota Semarang yang sudah melaksanakan kegiatan tersebut :
1.                 TK  &  SD Maria Regina
2.                 TK  &  SD  PL BERNARDUS
3.                 TK  &  SD  MARSUDIRINI
4.                 TK  &  SD  COR JESU
5.                 TK  &  SD THERESIANA
6.                 TK ABA ( AISYAH BUSTANUL ATHFAL) 36 & 01
7.                 TK & SD Tunas Harum Bangsa
8.                 TK & SD Nusaputera
9.                 TK SUGIYOPRANOTO
10.              TK NEGERI KINTELAN
11.               TK NEGERI PEMBINA
12.               TK SAPYA PRASETYA
13.               KIDDIE LAND
14.               SD  SALOMO KRANGGAN
15.               DCS ( DANIEL CREATIVE SCHOOL)
16.               PAUD BINA CERIA BANYUMANIK
17.               PAUD BINTANG KECIL BANYUMANIK
18.               TK MIRYAM
19.               TK DON BOSKO
20.               TK & SD KANISIUS CABEAN

             Dan Masih Banyak Lagi...

Kami memiliki 2 program yaitu kolektif dan personal dimana syarat dan ketentuan berlaku bagi setiap program dan kami akan memberikan seminar konsultasi untuk membahas hasil analisa tersebut kepada orang tua yang sudah berpartisipasi, yang akan dibawakan oleh tenaga profesional dibidang parenting  (ahli Hypnotherapy dan Biometric), yang tentunya telah menjadi keunggulan perusahaan kami dalam memaksimalkan usaha ini. 
Untuk itu, kami menghimbau Bapak/Ibu Kepala Sekolah untuk  memberikan perhatian khusus di bidang analisa sidik jari ini,  demi kemajuan generasi penerus bangsa.
Besar harapan kami dapat membina kerjasama yang saling menguntungkan serta dapat memberikan manfaat yang baik kepada orang tua, anak-anak maupun lembaga pendidikan/guru.


Keterangan dan informasi lebih lanjut dapat hubungi :

Linggar Ferano - +6282216473954 ( Telp. & WA )


Best Regards

Friday, 27 November 2015

KECERDASAN EMOSI INTERPERSONAL PADA ANAK DAN STIMULASINYA

Kecerdasan multipel atau multiple inteligensia adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak. Kecerdasan tersebut antara lain verbal-linguistic (kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan), logical-mathematical (kemampuan menggunakan logika-matematik dalam memecahkan berbagai masalah), visual spatial (kemampuan berpikir tiga dimensi),bodily-kinesthetic (ketrampilan gerak, menari, olahraga), musical (kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama), intrapersonal (kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri), interpersonal (kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain), naturalist (kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan).
Kecerdasan multipel dipengaruhi faktor keturunan atau bawaan dan genetik dan faktor lingkungan. Seorang anak dapat mengembangkan berbagai kecerdasan jika mempunyai faktor keturunan dan dirangsang oleh lingkungan terus menerus. Sel-sel otak janin dibentuk sejak 3-4 bulan di dalam kandungan ibu, kemudian setelah lahir sampai umur 3-4 tahun jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai miliaran sel, tetapi belum ada hubungan antar sel-sel tersebut. Sel-sel saraf otak balita berkembang sangat pesat.
Hal ini dapat diketahui dari penambahan berat otak ataupun lingkar kepala balita. Ketika bayi lahir, beratnya sekitar 25 persen dari otak orang dewasa. Kemudian pada usia setahun beratnya sudah mencapai 70 persen usia otak dewasa. Proses perkembangan otak ini berlangsung sangat cepat hingga balita berusia 3 tahun.
Setelah ini, proses akan berjalan melambat, yakni pada usia sekolah dan usia remaja. Mulai kehamilan 6 bulan, dibentuklah hubungan antarsel, sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsi. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak ditentukan oleh stimulasi yang dilakukan oleh lingkungan kepada bayi-balita tersebut.
Mengingat waktu yang sangat terbatas ini, sebaiknya orangtua memanfaatkannya secara baik, yakni dengan memberikan stimulasi sebanyak-banyaknya sejak dini. Stimulasi yang diberikan pada masa ini, sangat efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan balita. Sebaliknya, stimulasi yang kurang akan memengaruhi kecerdasan balita.
Namun, perkembangan sirkuit otak sangat bergantung pada kualitas nutrisi dan stimulasi yang didapat oleh balita, sejak dalam kandungan, sampai tiga tahun setelah ia dilahirkan. Semakin bervariasi rangsangan yang diterima bayi-balita maka semakin kompleks hubungan antar sel-sel otak. Semakin sering dan teratur rangsangan yang diterima, maka semakin kuat maka hubungan antar sel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari. Bila dikembangkan terus menerus, anak akan mempunyai banyak variasi kecerdasan.
Secara umum, intervensi stimulasi kecerdasan pada bayi harus diusahakan agar bayi dapat mengalami rasa nyaman, aman dan menyenangkan dengan memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian. mengulingkan bayi ke kanan-ke kiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan
Stimulasi harus dilakukan sesering mungkin selama berinteraksi dengan bayi. Harus dilakukan setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan dengan umur perkembangan kemampuannya, dilakukan siapa saja yang berinteraksi dengan bayi baik keluarga terutama ibu atau pengasuh. Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara pengasuh.
Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi, atau bayi sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa disadari pengasuh justru memberikan rangsang emosional yang negatif. Karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan akan ditiru atau justru menimbulkan ketakutan bayi-balita.
Kecerdasan emosi inter-personal  
  • Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Peka pada ekpresi wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain dan umumnya dapat memimpin kelompok.
  • Kecerdasan  interpersonal juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berlangsung antar dua pribadi, mencirikan proses-proses yang timbul sebagai suatu hasil dari interaksi individu dengan individu lainnya. Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.
  • Kecerdasan Interpersonal ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, juga mencakup kemampuan seperti memimpin, mengorganisir, menangani perselisihan antarteman, memperoleh simpati dari peserta didik yang lain, dan sebagainya.
  • Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang rendah dapat memunculkan konflik interpersonal. Penyakit mental dan perkembangan kepribadian terutama sekali lebih banyak ditentukan oleh interaksi interpersonalnya daripada oleh faktor-faktor konstitusionalnya.
Stimulasi
  • Intervensi dan stimulasi dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang ceritera dll.
  • Stimulasi anak anda dengan mengajak selalu tersenyum dan tertawa. jauhkan kata kasar, sikap emosional, bertengkar atau adu mulut di depan atau dapat di dengar dan dilihat bayi.
  • Seringkali beri penghargaan baik berupa tepuk tangan, pujian atau belaian kasih sayang atas setiap gerakan, keberhasilan dan segala aktifitas yang positif baginya. Jangan terlalu sering mengkritik atau menyalahkan sehingga menyentuh emosi dan perasaannya meski kadang itu hanya dianggap candaan belaka.

WE ARE GUILTY OF MANY ERRORS AND MANY FAULTS. BUT OUR WORST CRIME IS ABANDONING THE CHILDREN, NEGLECTING THE FOUNTAIN OF LIFE.

Kiddie Rides (anak usia 1-5 tahun)
Jenis permainan yang satu ini bisa dimainkan berpasangan dan bisa mengembangkan keterampilan untuk bersosialisasi sehingga Interpersonal Intelligence si kecil.berkembang. Selain itu, permainan Kiddie Rides bisa mengembangkan imajinasi anak dan membangun rasa percaya dirinya sehingga Intrapersonal Intelligence-nya meningkat.


Tuesday, 9 June 2015

Kiat Orang Tua Menyikapi Kepribadian Anak

Anak yang introvert memiliki  kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya. Sikap dan keputusan yang  diambil untuk melakukan sesuatu biasanya didasarkan pada perasaan, pemikiran, dan pengalamannya sendiri. Mereka, anak anak introvert biasanya pendiam dan merasa tidak butuh orang lain karena merasa kebutuhannya bisa dipenuhi sendiri.

Berbeda dengan anak yang ekstrovert, anak yang ektrovert memiliki kecenderungan untuk mengarahkan perhatiannya  keluar dirinya. Sehingga segala sikap yang dilakukan dan keputusan diambilnya adalah berdasarkan pada pengalaman-pengalaman orang lain. Mereka cenderung ramah, terbuka, aktif dan suka bergaul. Anak ekstrover selalu merasa nyaman untuk beradaptasi dengan lingkungan dan selalu terlihat ceria.

Introvert dan ekstrovert adalah merupakan reaksi seorang anak anak terhadap sesuatu. Namun, jika reaksi tersebut ditunjukkan terus menerus, maka akan  dapat berubah menjadi sebuah kebiasaan, dan kebiasaan tersebut akan menjadi bagian dari tipe kepribadiannya.

Menurut pakar psikolog bahwa memang idealnya seorang anak memiliki kepribadian yang seimbang, yaitu memiliki dua kecenderungan ini yaitu introvert dan dan ekstrovert. Ingin tau mengapa alasanya? Karena dengan memiliki kecenderungan ini, kebutuhan seorang anak terhadap privasinya dan juga hubungan sosialnya secara simultan akan terpenuhi.

Tugas yang harus dilakukan oleh para orangtua disini tidaklah mudah, dimana orang tua dituntut untuk sebisa mungkin memberi cara dan mencari jalan keluar kepada si anak agar bisa dan mampu keluar dari  kepribadiannya. Yang perlu diingat adalah, orang tua hendaknya mengarahkan bukan memerintah secara instant lalu anak yang ekstrovert dengan sendirinya berubah menjadi anak yang periang, terbuka dan mudah bergaul. Jangan pernah memaksakan anak untuk merubah karakternya, karena ini akan semakin membuat anak menjadi tertekan. Jika perasaan tertekan ini tidak terakumulasikan maka si anak tidak makin membaik tapi justru sebaliknya malah membuat anak menjadi stres.

Dalam keadaan tertentu anak introvert membutuhkan support atau dukungan dari orang lain yang dalam hal ini adalah keluarga tentunya.  Pada dasarnya kepribadian seseorang itu dipengaruhi oleh dua faktor yakni hereditas (keturunan) serta lingkungan. Menurut seorang psikolog bahwa secara psikologi, anak yang memiliki kecenderungan interovert adalah menurun dari sifat keluarganya atau akibat faktor lingkungan. Namun dengan memberi dukungan moril supaya sifat introvertnya berangsur-angsur berkurang.

Anak ekstrovert  akan merasakan indahnya “hidup” dengan kehadiran orang lain, dan akan layu serta kehilangan keindahan hidup  serta kecemerlangan mereka jika sendirian. Sebaliknya anak yang introvert  akan terlihat  nyaman  dengan dirinya sendiri dan dalam kesendirian, justru introvert akan merasa tertekan dan sangat tidak nyaman dengan kehadiran orang lain.

Introvert tidak hanya identik dengan  pemalu. Namun lebih dari itu dia merasa cemas, takut, dalam lingkungan sosial. Bahkan  berinteraksi dengan orang lain itu melelahkan bagi para introvert.
Ajak anak bercerita tentang pengalamannya di sekolah, bagimana teman2nya apa saja kegiatannya ketika jam istirahat, bebaskan anak ber-argumentasi dan menceritakan apa yang tengah dirasakannya. dengan demikian anak merasa nyaman. 



Ajak anak introvert bersilaturahmi dengan kerabat juga sahabatnya, beri contoh untuk mengaktualisasikan apa yang ada dalam pikirannya, ajak bermain dengan lingkungan dimana tinggal, ke taman bermain umum pun boleh juga agar dia mengenal dan berinteraksi dengan sesama pengunjung.