Monday, 25 May 2015

3 Misteri Dibalik Nilai Anak Yang Hancur

Kenapa seorang anak ketika belajar di rumah bisa, diberi soal lebih susah daripada di sekolah juga bisa, bahkan waktu di tempat les dia diberi latihan soal yang banyak juga bisa, meskipun soalnya lebih sulit juga bisa, tetapi ketika ulangan tiba-tiba nilainya jelek. Nah apakah anda pernah punya masalah seperti ini? Anda yang punya anak SD, pasti sering mengalami masalah-masalah seperti ini. 


Anda pasti merasa jengkel ketika mengetahui bahwa anak anda yang tadi malam belajar sudah bisa semua, tapi ketika ulangan ternyata ulangannya dapat nilai jelek. Jika ini terjadi sekali dua kali mungkin anda bisa memakluminya, tapi jika ini terjadi berulang kali, anda pasti mulai jengkel pada anak anda. Bahkan bisa jadi anda frustasi dan kemudian malah mengeluarkan kata-kata negatif.
Nah apakah yang terjadi dibalik masalah ini. Seorang anak yang bisa sewaktu mengerjakan soal di rumah dan kemudian gagal waktu dia ulangan. Untuk hal-hal yang sama dan itu berulang kali, maka ada tiga hal yang perlu anda waspadai:

 

1. Anda perlu curiga bahwa anak ini mengalami kecemasan yang tersembunyi

Anda pasti bertanya nggak mungkin? dia cemas dari mana….kenapa koq dia cemas?
Kecemasan yang tersembunyi ini disebabkan oleh banyak faktor. Ya, jadi bisa jadi tuntutan yang terlalu tinggi dari kita orang tua atau mungkin bahkan dari gurunya. Tuntutan ini tidak bisa membuat si anak menunjukkan kwalitas optimalnya. Sehingga ketika ulangan,yang terbayang adalah ketakutan bahwa dia tidak bisa memenuhi tutuntan dari si orang tua. Atau tuntutan dari gurunya mungkin. Nah anda tahu, Ketika kita itu cemas maka kita tidak bisa berpikir secara jernih.Anda tentu pernah mengalaminya bukan? ketika anda sedang cemas, sedang stres berat. Maka hal yang sepele tentunya bisa jadi terlupakan. Nah ini yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka cemas karena tuntutan kita yang terlalu tinggi,atau keharusan untuk menguasai sesuatu.
Ketika mereka merasa tidak mampu,kecemasan itu menghantui pikirannya. Dan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya tiba-tiba “blank”, pada saat ulangan. Ini juga sering terjadi pada kita. Ingatkah anda pada saat dulu anda kuliah? Mungkin masih SMA bahkan? Ketika kita ulangan tiba-tiba saja mendadak lupa akan jawaban yang harus kita tuliskan disana. Padahal tadi malam jelas-jelas kita sudah belajar, hal tersebut. Nah ketika kita menghadapi ulangan tiba-tiba saja hilang jawabannya. Apalagi ketika sang guru atau dosen mengatakan 5 menit lagi anda harus mengumpulkan,dan waktunya habis. Oke, makin kita paksa akhirnya kita stress dan akhirnya kita lupa. Dan anehnya ketika kita sudah mengumpulkan lembar jawaban, keluar dari ruang ujian tiba-tiba jawabannya muncul dalam pikiran kita. “ahh..” kenapa tidak dari tadi munculnya, anda pasti menggerutu pada diri anda sendiri. Anda pernah mengalami hal itu bukan?
Nah ini yang terjadi pada anak-anak kita. Jadi ketika mereka ulangan,maka sebaiknya jangan sampai mereka itu cemas. Tuntutan – tuntutan kita membuat mereka cemas. karena itu kita perlu instropeksi diri, apakah selama ini kita sudah menerima mereka apa adanya. Ya,kebanyakan dari kita berharap agar nilai mereka bagus. Tapi begitu nilai mereka jelek, kita mulai menuntut mereka. “Kenapa sih nilai kamu koq jelek?” Jarang sekali ada orang tua yang mengatakan, “oh iya saya bisa memahami kamu na, Apa yang mama/papa bisa bantu agar lain kali nilaimu lebih bagus lagi”. Jadi ketika seorang anak mempunyai nilai jelek, hal yang kita perlu lakukan adalah memahami dulu perasaannya. Saya yakin anak itupun tidak ingin nilainya jelek, bukan hanya kita. Diapun juga tidak ingin nilainya jelek tentunya. Tapi kenyataan yang dihadapi lain.
Ketika nilainya sudah jelek, dia sedih tetapi kita malah memarahi dia. Dia akan merasa bahwa dirinya tidak dipahami dan tidak dimengerti. Di lain hari kecemasan itu muncul dalam dirinya. Dia akan merasa, “aduh kalau saya jelek lagi saya pasti dimarahi lagi”, “saya pasti mengecewakan mama saya”. Pernah ada satu kasus dimana seorang anak tidak mau berangkat sekolah gara-gara hari itu ada ulangan. Dia mengatakan pada mamanya saya takut ma, “kenapa takut?” Tanya mamanya. “saya takut mengecewakan mama kalau nilai saya jelek”. Dan ini dilontarkan oleh seorang anak kelas 2 SD. Nah,dari kejadian tersebut sang mama belajar bahwa selama ini, dia sering berkata “mama nga masalah dengan nilai mu”. Tetapi kenyataannya dia membuat anaknya cemas. Jadi terkadang kita sebagai orang tua hanya mengatakan, “nggak.. nilai berapapun saya nggak masalah koq”. Tapi ternyata itu hanya di mulut saja. kenyataannya si anak merasakan hal yang berbeda, dia merasakan tuntutan orang tua yang terlalu tinggi.
Nah, untuk masalah ini sebaiknya kita perlu koreksi diri bagaimana caranya kita menerima seorang anak apa adanya, tidak tergantung dari nilainya. Ingat sebenernya nilai itu hanya mengindikasikan dia sudah bisa atau belum.Berbahagialah ketika nilai anak anda jelek. Karena apa? sekarang anda tahu mana yang dia itu belum bisa. Pembelajaran yang baik harusnya ditujukan untuk meningkatkan seorang anak sehingga ia bisa kompeten di dalam bidangnya. Bukan untuk melabel dia pintar atau bodoh.



2. Sebab yang lain adalah karena perlakuan-perlakuan negatif yang pernah di terima seorang anak bisa di rumah, bisa di sekolah.

Misalnya, ketika seorang anak nilainya jelek, kemudian kita marah-marahin dia, bahkan mungkin di hukum. Suruh berdiri di pojok, nggak boleh makan. Atau apapun yang kita bisa lakukan untuk itu. Nah ketika dia menerima perlakuan itu,maka perlakuan itu akan membekas di memorinya. Berikutnya ketika dia ulangan lagi di lain kesempatan maka yang dia liat di lembar soalnya bukan soal yang harus dibaca, tetapi wajah orang tuanya yang sedang marah. Wajah ini tiba-tiba saja muncul terbayang di dalam pikirannya. Anda bisa bayangkan jika kita berhadapan dengan soal ujian dan kemudian yang muncul adalah ketakutan membayangkan wajah orang tua yang sedang marah, karena kita tidak bisa. Atau mungkin wajah guru yang memalukan kita di depan teman-teman kita. Maka semua yang kita pelajari tiba-tiba saja menjadi hilang dan akhirnya ulangannya jelek.
Baiklah, jika ini terjadi sebaiknya anda perlu segera minta maaf pada anak anda. Anda cukup mengatakan, “tempo hari waktu ulangan kamu jelek,dan kemudian papa atau mama marah sama kamu saat itu perasaan kamu bagaimana?” apapun yang di jawab oleh anak anda terima apa adanya. Misalkan dia menjawab, Saya takutlah, saya merasa ini itu apapun itu anda tinggal ngomong “Oke Maaf, papa mungkin saat itu keceplosan ngomong. Atau mungkin saat itu mama lepas control sehingga memarahi kamu terlalu dalam. Tapi sebenernya maksud mama sangat baik. Kamu mau nggak maafin mama? Mama lain kali janji akan mendukung kamu jika nilai kamu jelek, kita akan cari solusinya sama-sama dan kamu boleh tanya sama mama bagaimana supaya jadi nilainya baik. Kamu pasti kepengen nilai kamu juga baik juga kan?” Nah, itu tentunya jauh lebih baik bagi si anak. Daripada kita hanya sekedar memarahinya, memintanya belajar, memaksanya belajar tanpa sama sekali mengakui perasaannya untuk diberi kasih saying dan untuk di terima apa adanya.



3. Sebab yang lain adalah kurangnya perhatian berkualitas.

Mungkin anda bertanya, “ah mana mungkin saya tidak memperhatikan anak saya”. Betul,saya percaya dan yakin bahwa setiap orang tua pasti memperhatikan anaknya.Tetapi terkadang perhatian yang kita berikan itu tidak cocok dengan apa yang diinginkan oleh si anak, yang saya maksud dengan perhatian di sini adalah perhatian yang berkuwalitas. Dalam arti kita memperhatikan juga perasaan-perasaan si anak. Bukan Cuma memperhatikan tugas-tugas yang dia harus slesaikan. Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan tugas –tugas yang harus di selesaikan oleh seorang anak. Kita hanya memperhatikan kamu sudah ngerjakan PR belum? kamu sudah belajar belum? pensil kamu sudah diraut belum? Besok kalau ulangan kamu sudah siapkan pensil atau bolpointnya? Buku kamu sudah kamu siapin belum? kita hanya memperhatikan aspek-aspek fisik. Kita tidak memperhatikan aspek-aspek perasaan dari si anak.
Padahal yang jauh lebih dibutuhkanseorang anak adalah perhatian akan perasaan-perasaannya sehingga dia bener-bener di terima secara utuh oleh orang tuanya. Anda bisa memberikan perhatian berkuwalitas ini dengan lebih baik, dengan cara membaca artikel saya yang berjudul “Pentingnya Memahami Kebutuhan Emosional Anak”. Itu adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan perhatian berkualitas pada anak Anda.



Sumber : http://www.pendidikankarakter.com

Friday, 15 May 2015

Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Pemberani

Menguatkan mental anak agar menjadi lebih berani dalam bertindak merupakan suatu tantangan bagi orang tua.
Pasalnya, tidak mudah bagi orangtua untuk langsung mendikte anak mereka agar menjadi pemberani. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar anak menemukan motivasi dalam diri mereka untuk menjadi lebih berani.
Rasa takut memang merupakan rasa alamiah yang dimiliki oleh manusia termasuk anak-anak. Umumnya ketakutan dalam diri anak-anak  muncul karena orangtua sering menggunakan obyek tertentu untuk membuat mereka menjadi patuh.
Misalnya saja, untuk membuat anak menurut pada padanya, orangtua menggunakan senjata ‘hantu’. “Hiii… kalau keluar rumah nanti kamu diculik hantu.”
Meski terdengar gampang untuk menaklukan si anak, namun justru cara seperti inilah yang menimbulkan ketakutan pada diri si anak sehinga ia menjadi tidak berani dalam mengembangkan dirinya.
Lalu, bagamana cara untuk membuat anak lebih berani meski secara tak langsung telah terkontaminasi oleh ‘ancaman’ orang tua?

 

1. Jangan sering menakut-nakuti anak

Memang benar jika anak akan lebih menurut pada orangtua jika orangtua menggunakan obyek tertentu sebagai senjata andalan.
Cara paling gampang ini secara tak langsung telah mengintimidasi anak sehingga ia menjadi penakut. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berhenti memakai obyek sebagai tameng untuk membuat anak takut.

 

2. Jangan menularkan rasa takut Anda pada anak

Jika sebagai orangtua, Anda sering merasa takut atau mempunyai ketakutan terhadap obyek tertentu, jangan biarkan anak Anda mengetahuinya agar mereka tidak meniru ketakutan Anda.

 

3. Kembalikan keberaniannya

Apabila anak Anda terlanjur takut terhadap obyek atau situasi tertentu, sebagai orangtua, Anda wajib mengembalikan keberaniannya. Lakukan komunikasi terbuka dengan anak Anda dan telusuri akar ketakutannya.

 

4. Ajak anak berpikir kritis dan logis

Anak Anda juga harus diajarkan bagaimana cara berpikir kritis dan logis sehingga ketakutan terhadap obyek tertentu hilang.
Misalnya saja, saat anak Anda takut terhadap hantu di ruangan yang gelap, coba ajak buah hati Anda tersebut masuk ke dalam ruang gelap dan buktikan bahwa tidak ada hantu di ruangan tersebut.
Memupuk keberanian pada diri anak sejak dini sangatlah penting karena sifat tersebut akan berdampak pada perkembangan dirinya di masa depan. Oleh karena itu, pastikan anak Anda menjadi pemberani dalam segala hal yang ia lakukan.




Cara Tepat Mendidik Mental Anak Sejak Dini

Anak sebagai permata hati, dambaan bagi setiap orang tua dimana pun. Buah cinta dengan segala kasih dan perhatian pastinya akan dilakukan oleh orang tua. Dalam tumbuh kembangnya dari bayi hingga dewasa, sang anak tak lepas dari pengaruh dan didikan orang-orang di sekelilingnya terutama keluarga inti yaitu orang tua.


Selain asupan nutrisi, sang anak pun membutuhkan bimbingan rohaninya..agar jiwanya tumbuh berkembang dengan baik. Dikatakan berkembang jiwanya secara positif dimana sang anak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, seperti: tetangga, teman-temannya bahkan lingkungan luas dalam kata lain yaitu bermasyarakat.
Tuntutan manusia untuk hidup bersosialiasi tidak bisa dipisahkan dari kodrat dia sebagai makhluk sosial (Zoon Politicon). Kecenderungan manusia untuk bergaul menuntut mereka agar bisa beradaptasi dengan lingkungannya termasuk menjalin hubungan dengan sesama manusia tanpa dibatasi umur, suku, agama dan bangsa sekalipun.
Banyak tidaknya intensitas seseorang bergaul dengan lingkungannya terkadang bisa memberi peluang dia untuk memiliki posisi di mata masyarakat juga mengasah empati sebagai kebutuhan nuraninya. Kondisi tertentu terkadang menyebabkan seseorang memiliki penyimpangan karakter yang tentunya berbahaya bagi diri sendiri bahkan juga orang-orang disekitarnya.
Sang anak sebagai sosok individu yang sedang tumbuh berkembang sangat membutuhkan bimbingan serta pendidikan terutama dari lingkungan keluarga. Kecenderungannya menjadi jati diri, terkadang membuat anak lepas kontrol sehingga terjebak ke dalam perilaku-perilaku buruk yang membahayakan: seperti Narkoba, Seks Bebas, Minum-minum dan perbuatan-perbuatan negatif lainnya.
Tentunya kita sebagai orang tua pun tidak menghendaki hal itu terjadi. Bagaimana pun peran kita sebagai orang sangatlah penting untuk mencetak anak-anak yang bermental kuat, cerdas serta religius.
Perlu kiranya pendampingan mentalitas sang anak agar terhindar dari pengaruh negatif sehingga anak-anak menjadi generasi bangsa yang baik, di antaranya:

1. Tanamkan pendidikan agama serta kebiasaan yang baik sedari dari dini di lingkungan keluarga. Anak-anak biasanya suka mencontoh orang yang lebih dewasa termasuk orang tua. Lakukan doa dan ibadah bersama, gotong royong membesihkan rumah, dll.

2. Senantiasa melakukan pedampingan di saat anak sedang belajar ataupun bermain sehingga anak akan belajar untuk mengetahui hal-hal baru dimulai dari penjelasan orang tua. Seperti: pendampingan saat anak menonton TV dan menjelaskan baik buruknya tontonan tersebut.

3. Kembangkan hobi anak yang positif seperti melukis, menari, bermain komputer, menyanyi dan lain-lain sehingga bakat dan keterampilan anak akan terasah. Dengan adanya wadah ini sang anak akan diperhatikan dan diberi respon positif terutama dari orang tuanya sehingga konsentrasi anak akan tercurah pada hal-hal yang bersifat positif.

4. Beri reward (hadiah) bila anak telah melakukan suatu keberhasilan, seperti naik kelas, menjadi juara 1-3 di sekolahnya, juara perlombaan bahkan saat anak selesai membantu pekerjaan orang tua di rumah (kondisi ini bisa sesekali dilakukan).

5. Jangan pernah menghukum anak atas kesalahannya dengan hukuman berat karena jiwa sang anak masih dalam tahap perkembangan sehingga didikan yang terlampau keras akan membentuk pribadi anak yang keras dan pemberontak. Namun cukup dinasihatin dengan bijaksana dan kalo perlu diberi hukuman yang mendidik, seperti harus mencuci piring, membereskan tempat tidur, dll.

6. Sesibuk apa pun, sebagai orang tua harus dan wajib memberi perhatian pada sang anak. Berilah waktu walaupun beberapa jam saat anak ada di rumah untuk mendengarkan keluh kesah sang anak saat beraktifitas di luar. Dan tentunya orang tua bisa memberi nasihat menghibur agar hatinya tidak sedih atau terbebani.

7. Kebersamaan keluarga sangatlah diperlukan apalagi di masa anak-anak dalam pertumbuhan. Sentuhan kasih sayang dan perhatian orang tua akan membuat mental sang anak  menjadi kuat di kemudian hari. Sesekali lakukan liburan dan tamasya bersama agar anak merasa dekat dengan orang tuanya (disesuaikan kemampuan orang tua) atau bisa juga mengunjungi sanak saudara di kota lain untuk menjalin silaturahmi.

Ibarat anak seperti kertas putih yang suci, pengaruh lingkungan lah termasuk pendidikan orang tua yang akan memberi warna tersendiri pada pribadi anak tersebut. Anak akan menjadi generasi dambaan dan membanggakan bila kita berhasil mendidiknya dengan pendidikan adan agama.
Namun tak jarang pula, pengaruh lingkungan luar yang negatif yang menyebabkan sang anak menjadi pribadi yang tidak diharapkan bahkan menjadi ancaman bagi orang tua. Semoga tips tersebut bermanfaat khususnya para orang tua yang sedang berjuang demi putra-putrinya.




Wednesday, 13 May 2015

Perilaku Orang Tua yang Berbahaya Terhadap Perkembangan Anak

Orang tua sejatinya adalah panutan dan tauladan untuk anaknya. Setiap perilaku kita sebagai orangtua nantinya secara tidak langsung akan ditiru dan dicontoh oleh si anak. Untuk itulah menjaga perlilaku dan tingkah laku adalah hal penting yang harus senantiasa di lakukan oleh para orangtua jika menginginkan anak mereka tumbuh dengan memiliki budi perkerti dan tatakrama yang baik. Terutama bagi anak kecil yang baru mengenal lingkungan dan belajar untuk mengenal kehidupan.
Orang tua merupakan cerminan kehidupan untuk anak-anaknya. Sebab orangtualah yang mendidik dan membesarkan mereka hingga dewasa. Selain itu, orangtua juga merupakan sosok yang berperan penting dalam sebuah rumah tangga. Menjadikannya sosok yang dikagumi dan sebagai percontohan untuk anak-anaknya. Untuk itulah tidak heran jika anak-anak akan cenderung meniru segala hal yang dilakukan oleh orang tuanya.
Setiap perbuatan yang dilakukan oleh anak-anak umumnya tidak terlepas dari apa yang mereka saksikan dan mereka dengar dari lingkungan sekelilingnya. Hal tersebutlah yang kemudian mereka coba realisasikan dengan cara menirunya. Dengan demikian kita dapat membayangkan seberapa pentingnya peranan orangtua untuk anak-anaknya. Dan betapa besarnya bahaya orangtua jika memiliki perilaku yang tidak baik dalam penglihatan serta pendengaran untuk anak-anaknya.

Nah, berikut ini ada beberapa daftar perilaku yang sebaiknya tidak dilakukan oleh orangtua sebab hal ini akan berbahaya terhadap perkembangan anak terutama dalam hal pembetukan etika dan moralnya.


1. Perbuatan


Perbuatan merupakan akitivitas yang paling mudah untuk dilihat. Umumnya kecenderungan seorang anak akan lebih sering mempraktikan apa saja yang baru pertama kali mereka lihat. Contohnya, ketika si anak menonton tayangan favoritnya, maka secara otomatis anak akan mulai melakukan upaya untuk dapat menirukan tokoh favoritnya dalam tayangan tersebut. Hal inipula yang akan terjadi jika orangtua memiliki perilaku yang tidak baik. Bisa anda bayangkan jika orangtuanya seringkali melakukan hal-hal yang tidak tercela seperti buang angin sembarangan, mengupil seenaknya atau mungkin buang sampah sembarangan, maka jangan heran jika anda mendapati anak anda seringkali melakukan hal yang serupa.

2. Merokok


Merokok merupakan kebiasaan buruk bagi seorang ayah jika dilakukan didepan anak-anaknya, apalagi jika kegiatan yang satu ini dilakukan pula orang seorang ibu. Selain berbahaya untuk kesehatan anak, hal ini juga akan berpengaruh terhadap pola pikir anak yang beranggapan bahwa hal tersebut diperbolehkan. Anak-anak akan cenderung  untuk berpikir bahwa segala sesuatu yang dilakukan orangtuanya didepan anaknya dianggap menjadi suatu hal yang legal mereka lakukan. Jika hal ini terjadi, maka bahaya yang paling ditakutkan akan terjadi yakni sang anak akan meniru dan belajar untuk merokok. Hal seperti ini sudah banyak dibuktikaan saat ini, misalnya saja anda akan dengan mudah menjumpai anak-anak yang masih dibawah umur seperti anak SMP sudah mulai merokok dipinggir jalan dan bolos sekolah.

3. Bertengkar


Dalam sebuah rumah tangga sebuah permasalahan memang kerap kali menjadi cobaan. Baik pertengkaran kecil maupun masalah besar mungkin pernah terjadi dalam rumah tangga. Namun sebaiknya, seberapa kecil ataupun seberapa besar masalah tersebut, sebaiknya orangtua bisa menjaga dan tidak mempertontokan pertengkarannya di hadapan anak. Sebab hal ini akan membawa dampak negatif pada penglihatan dan pendengaran terhadap sosok yang seharusnya menjadi contoh bagi anak-anak. Ketika pertengkaran sudah menjadi kebiasaan dalam rumah tangga, maka hal ini akan membuat anak menjadi tidak betah berada di rumah. Jika hal ini terjadi akan muncul dampak yang lebih berbahaya untuk si anak yakni anak yang bisa saja terjebak dalam pergaulan yang salah.
Demikian daftar beberapa perilaku orangtua yang berbahaya terhadap perkembangan anak. Dengan mengetahui seberapa bahaya dampak perilaku tersebut jika dilakukan didepan, maka diharapkan orangtua dapat lebih berhati-hati dengan tidak melakukannya di depan anak-anak.

Rahasia Di Balik Sidik Jari


Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada dan belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik). Makanya pada saat terjadi sebuah kejahatan, TKP akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti yang ada di TKP.

Ada tiga jenis sidik jari yaitu Whorl (lingkaran), Loop (sangkutan) dan Arch (busur). Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik.

Fingerprint


Ilmu yang mempelajari sidik jari adalah Daktiloskopi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu dactylos yang artinya jari jemari atau garis jemari dan scopein yang artinya mengamati.

Uniknya lagi, sidik jari dapat pula dijadikan panduan mengidentifikasi bagaimana potensi seseorang, jadi sebenarnya kita bisa mengetahui bakat atau potensi kita sehingga kita bisa mengakomodasikan potensi kita untuk jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan bakat kita tersebut. Cara identifikasi bisa dilakukan secara kasat mata dengan orang yang pakar di bidangnya, atau ada juga yang menggunakan sebuah alat khusus pembaca sidik jari (finger print reader) yang dihubungkan ke sebuah komputer bersoftware khusus yang kemudian menganalisa berdasarkan titik-titik yang menjadi acuan. Adapun yang bisa diidentifikasi adalah mengenai pengendalian logika seseorang, reflek serta perkembangan otak. Mengenai bentuk dan pola sidik jari yang terdiri dari tiga jenis di atas memiliki ciri-ciri yang khas yaitu :

Whorl (melingkar) yaitu bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan di depan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl.
Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti ke arah sisi semula.
Fingerprint
 Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik di tengah-tengah.

Perkenalan Fingerprint Test

FT (fingerprint test) alias uji membaca sidik jari adalah metode berlandaskan dermatoglyphic, ilmu pengetahuan yang usianya ratusan tahun. FT adalah genetik blueprint.

Dermatoglyphic dari bahasa Yunani, derma berarti kulit dan glyph yaitu ukiran adalah ilmu pengetahuan yang berdasarkan teori epidermal atau ridge skill (garis-garis pada permukaan kulit, jari-jari, telapak tangan, hingga kaki). Dermatoglyphic mempunyai dasar ilmu pengetahuan yang kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu.

Para peneliti menemukan epidermal ridge memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang. Penelitian dimulai oleh Govard Bidloo pada tahun 1685. Lalu, berturut-turut dilakukan oleh Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897) dan Noel Jaquin (1958).

Beryl B. Hutchinson tahun 1967 menulis buku berjudul Your Life in Your Hands, sebuah buku tentang analisis tangan. Terakhir, hasil penelitian Beverly C. Jaegers (1974), sidik jari tercermin dalam karakteristik dan psikologi seseorang. Hasil penelitian mereka telah dibuktikan di bidang antropologi dan kesehatan.


Tahap Fingerprint Test

Untuk memeriksa kecerdasan Anda lewat sidik jari, awalnya telapak tangan difoto dengan sebuah kamera yang terhubung pada layar monitor. Selanjutnya, kesepuluh jari discan pada sebuah alat menyerupai bentuk mouse komputer. Caranya cukup dengan meletakkan masing-masing ujung jari secara bergantian. Saat itulah, kesepuluh sidik jari Anda telah terekam dalam seperangkat komputer. Kemudian, seorang FT analis akan menganalisisnya.

Hasil seluruh analisis secara detail baru bisa diberikan 5 hari kemudian, menunggu hasil analisis laboratorium di Singapura. Di Indonesia memang belum ada laboratorium khusus untuk FT ini.

Saat hasil lengkap rekam sidik jari diberikan kepada pasien, tim psikolog siap memaparkan artinya. Untuk informasi, jari kelingking menggambarkan penglihatan. Jari manis melambangkan pendengaran. Jari tengah berhubungan dengan sentuhan, keseimbangan, pergerakan serta koordinasi tangan dan kaki. Jari telunjuk sebagai proses informasi (tangan kiri untuk logika, tangan kanan untuk pikiran). Ibu jari untuk berpikir dan membuat keputusan.

Tuesday, 12 May 2015

Mainan Peningkat Kerja Otak

Pernahkah Anda lupa mengingat nama seseorang, padahal Anda baru saja berkenalan? Atau lupa melakukan sesuatu, padahal baru saja Anda memikirkannya? Hati-hati lho. Karena ini bisa saja merupakan pertanda bahwa Anda mengalami penurunan daya ingat. Hal itu bisa terjadi karena fungsi otak kanan dan kiri seseorang tidak seimbang. Namun, jangan khawatir. Fungsi kedua otak itu bisa dirangsang untuk menjadi seimbang, dan daya ingat seseorang bisa dilatih. Salah satu caranya, adalah memainkan permainan yang dapat melatih otak kiri dan kanan.

1. Catur
Catur sudah lama dikenal sebagai permainan yang mengasah otak. Permainan ini membuat fungsi otak bagian kiri dan kanan menjadi aktif. Seseorang akan dituntut lebih aktif berpikir untuk melakukan pengamatan, menganalisis, dan menyusun strategi, yang merupakan kerja otak kiri. Sementara itu dia juga harus berimajinasi, dan peka terhadap seseorang, yang merupakan kerja otak kanan.


2. Scrabble
Dengan bermain scrabble, otak sebelah kiri seseorang yang semula tidak aktif akan dipacu untuk mengingat kembali kata-kata yang dia ketahui dengan cepat. Tak hanya itu, dia juga dituntut berimajinasi. Namun demikian, kreativitas dalam bermain scrabble hanya terbatas pada kata-kata.
3. Cube
Mainan ini berbentuk kubus yang memiliki enam sisi dengan warna yang berbeda. Setiap sisi dapat diputar 360 derajat. Ketika susunannya diubah, sang pemain dituntut untuk mengembalikannya sesuai dengan warna. Dengan menyusun kembali warna-warna tersebut, seseorang dituntut untuk berimajinasi, kreatif, menghitung, dan mempergunakan kemampuan visual-nya.
4. Puzzle IQ
Permainan ini terbuat dari kayu atau plastik yang berjumlah banyak dan bentuknya berlainan. Pemain dituntut untuk membentuk suatu benda dengannya. Sama seperti cube, permainan ini akan memacu otak kanan dan kiri seseorang. Pemain akan menggunakan otak kanannya untuk kemampuan visual dan artistik serta otak kirinya yang berhubungan dengan perhitungan.
5. Puzzle Tiga Dimensi
Untuk meningkatkan daya ingat, tak ada salahnya jika Anda bermain puzzle tiga dimensi. Biasanya puzzle ini berukuran besar, memiliki ratusan anak puzzle, dan gambarnya beragam. Misalnya kota, kapal layar, atau foto. Dengan permainan ini, Anda dituntut untuk tenang, sabar, dan berpikir jernih. Jika sudah terlatih, sifat tersebut akan terbawa ke dalam keseharian Anda dan daya ingat Anda akan terasah.





6. TTS dan Sudoku
Teka-teki Silang (TTS) dan Sudoku juga bisa meningkatkan daya ingat. TTS merangsang daya kerja otak kiri dalam bahasa, logika, dan berhitung. Sementara Sudoku bisa merangsang daya kerja visual dari otak kanan dan penyelesaian matematika dari otak kiri.
7. Main Musik dan Menyanyi
Bermain musik sambil bernyanyi juga bisa meningkatkan daya ingat. Anda akan merasa rileks dan daya ingat akan meningkat dengan menghapal lagu dan notasi. Otak kanan yang bekerja di bidang musik dan otak kiri yang bekerja di bidang bahasa akan bekerja secara bersamaan.
Jenis alat musik yang dianjurkan adalah piano atau sejenisnya. Jemari tangan kita akan bergerak dan ini membutuhkan kesabaran, imajinasi, dan konsentrasi. Apalagi, memainkan piano sambil bernyanyi. Anda dituntut untuk berkonsentrasi menyesuaikan lirik dan iringan musik yang berujung kepada daya ingat.

Cara Belajar Efektif dan Mudah Paham

Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenakngkan dan tidak membosankan. Di bawah ini adalah beberapa metode pembelajaran efektif, yang mungkin bisa kita persiapkan.

1. Belajar tanpa Mood
Belajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja.

iya kalau pas nice mood, la kalau pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar, saya berani jamin ilmu yang anda pelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar berdasarkan mood ya kalau ingin hasil yang memuaskan.

2. Belajarlah di manapun anda suka
Carilah tempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar, dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi.

3. Jangan belajar terlalu banyak ketika akan ujian
Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru, "kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian"..kira-kira teman-teman sudah mendengar ocehan yang seperti itu? Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu kita gunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh. Sistem KS (kebut semalam) sangat merusak cara berpikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan.

4. Belajar sambil diskusi
Belajar secara kelompok memang dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu memahami materi bisa berdiskusi dengan orang yang sudah paham. Sehingga pertukaran ide terus berjalan, yang pintar tidak semakin pintar, begitu pula yang bodoh tidak semakin terperosok. Semua bisa menjadi seimbang.

5. Belajar dengan diiringi musik
Musik memang bisa meningkatkan konsentrasi kita dalam belajar, namun hal ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Ada beberapa orang yang malah suka keadaan yang hening. Jadi, jika musik bisa membantumu berkonsentrasi, just listen it :)

6. Jangan hanya menghafal
metode menghafal mungkin bisa menyukseskan kita dalam mencari "nilai-yang-baik", namun apakah pengetahuan kita bertambah? tidak. Pahamilah materi dengan mempelajari konsep-konsepnya, bagaimana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa selanjutnya, begitulah cara berpikir yang harus dikembangkan meskipun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kita akan tahu betapa indahnya Ilmu Pengetahuan itu. Dalam film 3 idiots, ada sebuah quotes yang sangat mengena: "Dengan menghafal, kamu bisa menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas, namun kau telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan"

7. Jangan malu-malu untuk bertanya
Bila kita ada yang belum paham mengenai materi yang diajarkan, cukup dengan acungkan jari dan bertanyalah kepada bapak/ibu guru, jangan malu bertanya bila kita tidak bisa, jangan jadikan gengsi "takut dibilang lambat oleh teman2" sebagai alasan, karena hal yang seperti itu tidak masuk akal!

8. Coba dan Gagal (Trial and Error)
Dalam hidup ini, gagal adalah teman kita juga, jadi jangan pernah menghindar darinya. Kita terjatuh, untuk apa? agar kita tahu bagaimana cara untuk bangun. Kita tidak akan pernah tahu yang benar itu bagaimana jika kita tidak kenal dengan KESALAHAN dulu. Materi yang sesulit apapun, pasti akan bisa kita kuasai asal tidak ada kata menyerah memahaminya. Coba terus, gagal sudah biasa.

9. Cintailah mata pelajaran yang anda suka
Anda tidak bisa dalam fisika (misal), namun anda sangat mencintai pelajaran yang satu ini. Maka dengan kecintaan itu, suatu saat akan menjadikan anda seorang fisikawan hebat, karena sesuatu yang dilakukan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Sekarang tidak bisa, namun karena kecintaan tersebut anda mempelajarinya setiap waktu, tunggulah hingga mimpi indah tiba. You'll be the best, but wait until the time's coming on ^_^

10. Ingatlah tujuan utama kita sekolah
Tujuan utama kita sekolah ialah untuk mencari ilmu pengetahuan, bukan hanya menerima "Cara Untuk Memperoleh Nilai yang Baik" saja. Nilai tidak akan bisa mencerminkan kualitas seseorang, lihatlah kenyataannya. Tidak masalah kita ada di peringkat berapapun, yang terpenting ialah belajar bukan untuk mencapai kesuksesan..tetapi untuk membesarkan jiwa. ini merupakan Cara Belajar paling Efektif yang terus saya gunakan, karena saya yakin ilmu bukan sebatas CORETAN NILAI, tapi banyaknya kita berbagi kepada sesama.

11. Kunci semua metode belajar
Kuncinya terletak pada kesungguhan kita dalam berdo'a, karena saya masih ingat betul ada yang bilang kecerdasan seseorang 73% dari kesungguhan do'anya, sedangkan 27% dari belajar. Intinya do'a sangatlah penting, sebagai bentuk pasrah kita Kepada Tuhan. Namun belajar juga sangatlah penting, ingat! Tidak bisa mencapai 100% tanpa ada yang 27% tersebut.

Friday, 8 May 2015

Pesan Bapak Untuk Anaknya di Facebook (sangat bagus utk renungan)

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dia cek adalah inbox.
Hari ini terlihat sesuatu yang tidak dia perdulikan selama ini. Bagian ‘OTHER’ di inboxnya, ada dua pesan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua, dia membukanya. Ternyata ada pesan dari 5 bulan yang lalu.

Dia baca isinya:

Salam.

Ini kali pertama abah mencoba menggunakan facebook. Abah coba tambah kamu sebagai teman tapi tidak bisa. Abah juga tidak terlalu paham benda ini. Abah coba kirim pesan ini kepada kamu.
Maaf, abah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan abah yang mengajarkan.

Ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 MI. Abah kasian semua anak-anak sekarang punya HP. Jadi, abah hadiahkan pada kamu satu. Dengan harapan kamu akan telpon abah kalau kamu mau cerita tentang masalah asrama, sekolah atau apa-apa saja.

Tapi, kamu hanya telpon abah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan. Abah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon abah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya?

Saat kamu kecil dulu, abah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Abah, abah, abah’. Abah Bahagia sekali anak lelaki abah panggil abah. Panggil Umi.

Abah senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang abah ucapkan di umur kamu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Abah dan Umi bicara dengan kamu banyak sekali. Kamulah penghibur kami di saat kami berduka. Walaupun hanya dengan gelak tawamu.

Saat kamu masuk MI. Abah ingat kamu selalu bercerita dengan abah ketika membonceng motor dengan abah setiap pergi dan pulang sekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada abah. Tentang ibu guru, sekolah, teman-teman.

Abah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan.
Ayah mana yang tidak gembira kalau anaknya suka ke sekolah untuk belajar.

Ketika kamu masuk MTs. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulang dari sekolah, kamu langsung masuk kamar.
Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengan kawan-kawanmu.

Kamu mulai jarang bercerita dengan abah.
Kamu pandai. Akhirnya masuk asrama di Aliyah. Di asrama, jarak antara kita makin jauh. Kamu mencari kami saat perlu. Kamu biarkan kami saat tidak perlu.

Abah tahu, naluri remaja. Abah pun pernah muda. Akhirnya, abah tahu kalau ternyata kamu menyukai seorang gadis.

Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika di Aliyah. Jarang hubungi kami. Sewaktu pulang liburan, kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Abah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan istimewa itu lebih penting dari Abah dan Umi? Adakah Abah dan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Akhirnya, kamu jarang berbicara dengan abah lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tak cuti kemari lagi.

Malam ini, abah sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma abah sudah terlalu tua. Abah sudah di penghujung usia 60 an. Kekuatan abah tidak sekuat dulu lagi.

Abah tidak minta banyak…

Kadang-kadang, abah cuma mau kamu berada di sisi abah.

Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu.

Menangis pada abah. Mengadu pada abah.

Bercerita pada abah seperti saat kamu kecil dulu.

Apapun. Maafkan abah atas curhat abah ini.


Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman.

Mungkin kamu tidak punya waktu berbicara dengan abah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.

Jangan letakkan cinta di hati pada seseorang melebihi cinta kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan abah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah.

Maafkan abah atas segalanya.


Pemuda meneteskan air mata. Dalam hati perih tidak terkira. Bagaimana tidak, tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

Saudaraku, hargailah orang tua ketika mereka masih hidup... kadang kala kita terlalu sibuk bekerja, sekolah, kuliah, bahkan berpacaran, bertunangan, mengejar-ngejar lawan jenis yang kita sukai

Sampai kita lupa akan dia yang telah membesarkan kita

Memberi kita pendidikan untuk bekerja

Mengajari cara berjalan agar kita bisa hidup, beraktivitas

Jangan sampai anak kita nanti melupakan kita seperti kita melupakan orang tua kita...

Gambaran Gaya Belajar

Tidak semua orang memproses informasi dengan cara yang sama, oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana gaya bekerja otak diterjemahkan ke dalam gaya belajar (learning styles) yang berbeda-beda pula. Pemahaman yang baik mengenai perbedaan gaya-gaya yang mendasar ini sangat penting bagi siapapun yang harus menghadapi orang-orang dalam berbagai situasi, termasuk dalam proses belajar mengajar.
Para ilmuwan telah memverifikasi bahwa seperti halnya dengan sidik jari, di dunia ini otak setiap individu adalah unik. Variabilitas otak para pembelajar merefleksikan banyak faktor, termasuk genetika dan pengaruh-pengaruh lingkungan. Koneksi antara sel-sel yang tercipta sebagai hasil dari pengalaman setiap individu membentuk peta kognitif personal individu tersebut.

Gambaran Mengenai Gaya Belajar

Banyak orang mengira bahwa setiap orang menyukai cara belajar dan teknik yg berbeda. Belajar berkelompok adalah cara umum bagi setiap orang untuk belajar. Setiap orang mempunyai cara belajar campuran. Sebagian orang mungkin dapat mengetahui bahwa mereka memiliki cara belajar yang dominan, dengan kurang lebih yang di gunakan orang lain. Sebagian orang mungkin mengetahui bahwa mereka menggunakan cara yang berbeda dengan keadaan yang berbeda pula. Tidak ada campuran yang benar. Maupun caranya di rubah/diperbaiki. Anda dapat mengembangkan kemampuan di dalam cara belajar yang kurang dominan, sebaik anda mengembangkan cara yang telah anda gunakan.
Menggunakan beberapa cara belajar dan kecerdasan untuk belajar adalah cara pendekatan yang baru. Pendekatan ini baru dikenal di lingkungan pengajar. Sekolah tradisional selama ini menggunakan (dan terus menggunakan) metode pembelajaran linguistic dan logika. Metode ini juga menggunakan jangkauan yang terbatas dalam teknik proses belajar dan mengajar. Banyak sekolah masih mengandalkan pada ruang kelas, pembelajaran buku dasar, banyak pengulangan, dan ujian untuk memperkuat dan mengulas. Satu hasil yang selalu kita nilai bagi mereka yang menggunakan cara pembelajaran dan teknik ini sebagai ‘pintar’. Bagi mereka yang kurang menyukai cara belajar selalu berada di kelas rendah, dengan berbagai penilaian yang tidak terlalu komplementer dan kadang-kadang dengan kualitas belajar yang rendah. Hal ini dapat membuat pemikiran positif dan negative yang dapat menguatkan kepercayaan bahwa seseorang adalah ‘pintar’ dan ‘bodoh’.
Dengan mengenali dan memahami cara belajar anda, anda dapat menggunakan teknik belajar yang lebih baik yang cocok dengan anda. Hal ini dapat memperbaiki kecepatan dan kualitas belajar anda.
Cara belajar anda memiliki banyak pengaruh dari apa yang anda bayangkan. Kesukaan cara belajar anda memandu jalan anda untuk belajar. Cara belajar anda juga mengubah cara anda mewakili pengalaman, cara anda menyerap informasi, dan bahkan kata-kata yang anda gunakan. Kami menggali lebih jauh lagi pada bab ini. Penelitian menunjukan bahwa setiap cara pembelajaran menggunakan bagian otak yang berbeda. Dengan melibatkan lebih banyak bagian otak selama proses belajar, kita dapat lebih banyak mengingat dari apa yang kita pelajari. Para peneliti yang menggunakan pencitraan otak telah mampu mengungkap wilayah utama pada otak yang berperan pada setiap gaya belajar.

Tingkatkan keberhasilan pendidikan...
... dengan mengungkap cara belajar anak yang terbaik.
  Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda: mereka belajar, konsentrasi dan memproses informasi dengan jalan yang berbeda.

Kita memerlukan bukti ilmiah untuk membantu individu-individu mengenal kekuatan dan kelemahan mereka sendiri,meyakinkan mereka untuk lebih percaya diri dalam menggunakan kemampuan sejati mereka, dan menjelaskan kepada para orang tua/guru dan siswa itu sendiri bahwa tidak ada satu cara “terbaik”, tidak ada satu gaya tunggal yang bisa menjamin keberhasilan proses belajar, penyerapan informasi, pemecahan masalah, dan penyelesaian tugas.

Jadi melalui teknologi analisa sidik jari, kita dapat mengetahui gaya belajar anak dan kita dapat mengoptimalkan belajar mereka sesuai dengan gaya masing-masing.

Bersekolah, tapi tidak mengenal bakat, ibarat menanam tidak mengenal bibit.” 

Analisa Sidik Jari bertujuan mengungkap Potensi Genetis sebagai referensi untuk menentukan sukses di masa depan.




 

Thursday, 7 May 2015

10 Makanan Bikin Otak Encer

Ingin anak Anda cemerlang di sekolah? Cobalah untuk memperhatikan dengan jeli  kebutuhan gizi dan nutrisi mereka setiap hari. Selain itu, ada baiknya pula memasukan 10 jenis makanan terbaik berikut ini.  Makanan yang dijuluki "Brain Food" ini diyakini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi berpikir anak-anak.

1. Salmon
Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3 -  DHA and EPA - yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Menurut para ahli  walaupun tuna mengandung asam omega-3, namun ikan ini tidaklah sekaya salmon.

2. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat.
3. Selai kacang
 "Kacang tanah (peanut) dan selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin  ini merupakan  antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.


 4. Gandum murni
Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut.  Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf.

5.  Oat/Oatmeal
Oat merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan  nutrisi penting bagi otak. Oat dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari.  Kaya akan kandungan serat, oat akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Oat juga merupakan sumber  vitamin E, vitamin B, potassium dan seng  -- yang membuat  tubuh dan fungsi otak berfungsi pada kapasitas penuh.

6.  Berry 
Strawberry, cherry, blueberriy dan blackberry. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin  banyak nutritisi yang di kandungnya. Berry mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker.

Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak blueberry dan strawberry mengalami perbaikian dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah berri ini juga ternyata kaya akan asam lemak  omega-3.

 7. Kacang-kacangan
 Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks.  Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral.  Kacang juga makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi  dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya pada sore hari jika dikonsumsi saat makan siang.

Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asal lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya  -- khususnya  ALA - jenis asal omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak .

 8. Sayuran berwarna
Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, bayam adalah  sayuran yang kaya nutrisi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.



 

9. Susu dan Yogurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim.  Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak.

Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak vitamin D bahkan 10 kali dari dosis yang direkomendasikan. Vitamin D adalah vitamin yang juga penting bagi sistem saraf otot dan siklus hidup sel-sel manusia secara keseluruhan.

 10. Daging sapi tanpa lemak
Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolag. Daging sapi tanpa lemak adalah salah atu  sumber makanan yang mengandung banyak  zat besi.  Dengan hanya mengonsumsi 1 ons per hari, maka tubuh Anda akan terbantu dalam penyerapan zat besi darai sumber lainnya.  Daging sapi juga mengandung mineral seng  yang dapat membantu memelihara daya ingat .

Khsusus bagi  yang vegetarian, Anda dapat memanfaatkan kacang hitam dan burger kedelai sebagai  pilihan.  Kacang-kacangan adalah adalah sumber penting  zat besi nonheme -- tipe zat besi yang membutuhkan vitamin C untuk di serap oleh tubuh. Mengonsumsi tomat , jus jeruk, strawberry dan kacang-kacangan  juga dapat dipilih sebagai upaya mencukupi kebutuhan zat besi.

Kecerdasan Kinestetis Jangan Dilemahkan

Kelebihan anak-anak kinestetik lebih cepat menghafal dengan olah tubuh. Karena itu gaya belajar anak kinestetik sebaiknya selalu dikaitkan dengan gerakan atau olah tubuh.

Misal untuk memahami bagaimana proses hujan turun, anak kinestetik jangan disuruh menghafal kalimat demi kalimat. Tapi, dengan memberi contoh melalui gerakan-gerakan tangan, pasti cepat dicerna. Bisa juga tentang gaya tarik bumi dengan menjatuhkan bola basket dan contoh lainnya. Semua itu membutuhkan kreativitas dari orangtua.

Ada kelemahan dari anak kinestetik, yaitu cenderung tidak bisa diam dalam jangka waktu lama. Maunya bergerak terus. Namun, orangtua tidak perlu khawatir karena mereka anak normal dan seiring perkembangan usianya, anak kinestetik juga bisa lebih tenang seperti anak-anak lain..

Sebab, kinestetik ini bukan gangguan atau kekurangan dari seseorang melainkan salah satu cara kemampuan mengekpresikan diri.

Perlu diketahui, semua orang mempunyai kecerdasan kinestetik dengan level yang berbeda. Ada yang lebih dominan, tapi ada juga yang kecerdasan fisiknya tidak unggul dibandingkan kecerdasan lain.

Jika anak Anda termasuk golongan kinestetik, pakar menyarankan orang tua untuk memberikan dukungan kepada buah hati mereka. Orangtua juga dapat melengkapi kelebihan lain dikaitkan dengan kecerdasan fisik.

Misalkan, agar anak pintar mengarang, orangtua bisa mengarahkan anak membuat tulisan mengenai tips basket. Pasti membuat anak semangat

Info Kecerdasan Kinestetik


  • Mengidentifikasi kecerdasan kinestetik
Anak suka aktivitas yang melibatkan motorik halus dan kasar.

  • Kecerdasan kinestetik dan otak
Area kecerdasan kinestetik terletak pada cerebellum dan thalamus, ganglion utama dan bagian otak yang lain. Korteks motor otak mengendalikan gerakan tubuh. Orang-orang dengan kecerdasan ini menunjukkan keterampilan menggunakan jari atau motorik halus.

  • Perilaku kinestetik
Gemar mengulik, mencari tahu bagaimana cara kerja sesuatu. Tak memerlukan penjelasan orang lain atau membaca manual.

  • Kreativitas
Kecerdasan ini melahirkan olahragawan, ilmuwan, penulis, artis, musisi, penari, dan tenaga kreatif lain yang memungkinkan otak dan tangan mereka bergerak tanpa mengikuti format baku.

  • Reaksi masyarakat
Masyarakat kerap menganggap kinestetika sebagai hiperaktivitas ketimbang suatu kecerdasan. Akibatnya, kecerdasan ini jarang dihargai. Padahal bila mereka diarahkan dan dikembangkan untuk membuka potensi tertinggi, bukan tidak mungkin akan terlahir, Lionel Messi, Tiger Wood, Michael Jordan atau Rafael Nadal masa depan

  • Melemahkan
Orangtua dan guru sering membatasi anak. Anak kreatif yang cerdas fisik membutuhkan kebebasan tanpa selalu mengikuti pola yang sudah dirancang.

Tes anak anda segera pada kami dan konsultasikan anak anda dengan kami demi kebaikan dan kebahagiaan anda serta putra putri anda.


Wednesday, 6 May 2015

Marah pada anak..dampak negatif dan tipsnya

Pengaruh Buruk Kemarahan Orang Tua Terhadap Sikap Anak

TERIAKAN bocah malang itu tidak juga menghentikan gerakan tangan sang ayah untuk berhenti memukuli tubuh ringkihnya. Barulah setelah tubuh itu diam tak bergerak, kesadaran si ayah langsung pulih. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, nyawa pun melayang sia-sia.

Itu bukan cerita rekaan, tapi benar terjadi Desember 1984. Kasus penganiayaan terhadap Arie Hanggara yang dilakukan ayahnya, menjadi cerita memilukan. Bahkan sempat diangkat ke layar perak.

Arie menjadi korban kekerasan ayahnya yang menyebabkan nyawanya melayang. Ternyata Arie bukan anak terakhir yang mengalami nasib memilukan ini. Penyiksaan anak (child abuse) malah terjadi sepanjang tahun. Bahkan UNICEF pada 2003 melansir laporan sebanyak 3.500 anak berusia kurang dari 15 tahun tewas setiap tahun akibat perlakukan kejam.

Riset yang dilakukan UNICEF di beberapa negara itu juga menunjukkan tingkat kekerasan yang berakhir dengan kematian terjadi di negara-negara kawasan Amerika, Eropa, Pasifik, tergolong tinggi, seperti di AS, Meksiko, Portugal, Belgia, Ceko, Hongaria, Prancis, dan Selandia Baru. Namun Spanyol, Yunani, Italia, Irlandia, dan Norwegia justru tergolong rendah.

Dari temuan UNICEF, ada dua faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak. Pertama, stres dan kemiskinan. Kemudian rumah tangga yang kerap diwarnai kekerasan antara suami dan istri.

Bentuk kekerasan yang tidak tepat bisa berpengaruh buruk pada anak dalam jangka panjang. Makian kasar seperti “dasar anak sial” atau “dasar anak nakal” akan terekam kuat dalam diri si anak.

Anak yang sering dimarahi orang tuanya, apalagi diikuti dengan penyiksaan, cenderung meniru perilaku buruk (coping mechanism) seperti bulimia nervosa (memuntahkan makanan kembali), penyimpangan pola makan, anorexia (takut gemuk), kecanduan alkohol dan obat-obatan, dan memiliki dorongan bunuh diri.

“Marah merupakan hal yang normal, tapi kemarahan yang tidak tepat bisa memengaruhi kondisi psikis dan fisik anak,” ujar psikolog dari Jagadnita, Diah P Paramita dalam acara bertajuk ‘Seni bertengkar sehat dengan anak’ di Jakarta, Sabtu (30/8).

Sedangkan psikolog dari Medicare Clinic Anna Surti Ariani menambahkan, tindakan seperti mencubit atau memukul sedapat mungkin dihindari, karena sama sekali tidak perlu. “Asalkan menguasai teknik-teknik mendisiplinkan anak, 50% kenakalan anak akan teratasi,” katanya.

Menurut Nina, begitu ia disapa, mendisiplinkan anak balita harus secara konkret, seperti menunjukkan wajah cemberut. Pada usia ini mereka cenderung meniru. Hal ini sesuai dengan perkembangan kognitif anak. Sedangkan pada anak usia SD disarankan menggunakan metode broken record (piringan hitam rusak). “Ibarat piringan hitam rusak, ucapkan apa yang diinginkan orang tua berulang-ulang,” jelas Nina.

Diah pun menambahkan, marah yang bertujuan untuk mendidik dan memperbaiki kesalahan-kesalahan agar perbuatan serupa tidak terulang lagi. Kemarahan yang diekspresikan secara tidak tepat, akan memengaruhi kemampuan orang tua dalam menerapkan disiplin dan memengaruhi hubungan orang tua dengan anak.

Marah yang diikuti pemukulan menimbulkan luka batin, benci terhadap orang tua, rendah diri, antisosial, dan suka berkelahi. “Anak-anak suka meniru, kalau dipukul akan balas memukul. Selain itu memukul tidak mengubah perilaku,” sambung Diah.

Child Right Information Network–sebuah organisasi yang peduli pada nasib anak-anak– memaparkan pemukulan terhadap anak-anak (baik dengan tangan, ikat pinggang, tongkat, atau sepatu), menendang, melempar, mengguncang-guncangkan tubuh anak, mencakar, menggigit, menyuruh anak diam dalam posisi yang membuatnya tidak nyaman, bila terjadi di Eropa dapat dikenai tuduhan melakukan tindakan kriminal. Austria, Denmark, Finlandia, Islandia, Jerman, Norwegia, dan Swedia memiliki UU yang melarang keras penyiksaan fisik terhadap anak-anak.

Kekesalan orang tua bisa berdampak pada anak. Maka dari itu, orang tua harus menyelesaikan masalahnya lebih dulu. Menurut Diah, orang tua bisa mengikuti terapi untuk mengatasi kemarahan di masa lalu.

Selanjutnya melakukan identifikasi masalah di masa lalu. “Anak yang ibunya sering sekali marah akan sulit untuk disiplin,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut juga terungkap bahwa anak yang dekat dengan orang tuanya akan jarang marah. Bila hubungan itu harmonis dan akrab, orang tua lebih mengenal karakter anak sehingga dapat menghindari kondisi pemicu pertengkaran. Diah menyarankan menarik napas setiap kali hendak marah. “Kondisikan diri untuk tidak memerhatikan hal-hal kecil yang bisa membuat marah.”

Agar hubungan orang tua-anak harmonis tingkatkan pendekatan dengan melakukan kegiatan bersama. Kemudian memberi contoh/sikap yang baik bisa meningkatkan rasa percaya diri. Meluangkan waktu untuk bermain bersama, dan memberikan tanggung jawab, membuat anak merasa spesial. “Ajak anak menyiram tanaman biarkan anak memegang selang air,” jelas Diah memberi contoh.

Selain hal yang diungkapkan di atas, Diah menyarankan orang tua menjalin komunikasi nonverbal. Yakni melakukan kontak mata saat berbicara, sikap tubuh sejajar saat berbicara (sambil duduk atau jongkok), rendahkan nada suara, berikan pelukan dan sentuhan lembut pada kepala sebagai tanda berbaikan usai memarahi.

Kita hidup di jaman serba sulit akibat tekanan hidup yang terus bertambah dari hari ke hari.  Kenaikan harga barang pokok, kemacetan, pekerjaan yang tiada habisnya, bos yang pelit, dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat kita merasa putus asa, marah dan kehabisan tenaga saat harus kembali ke rumah dan melakukan tugas sebagai orang tua.
Namun adilkah jika kita menjadikan anak-anak sebagai sasaran empuk rasa marah kita saat mereka melakukan beberapa kesalahan yang sebenarnya sederhana?  Bagaimana cara kita mempertahankan kesadaran untuk tetap tenang meski rasa marah sudah memuncak hingga ke ubun-ubun?

1) Tetap fokus pada akibat

Jika anak Anda terus membangkang terhadap perintah Anda, mundurlah sejenak dari ‘pertarungan’ dan ambil nafas dalam-dalam. Anda dapat keluar dari rumah untuk beberapa menit dan berusaha untuk memfokuskan diri serta meredam rasa marah Anda.
Saya tahu nampaknya hal ini sederhana, tapi sering kali berhasil. Intinya, jangan sampai rengekan, tangisan dan rasa marah anak mempengaruhi Anda. Ingat, Anda adalah orang tuanya. Anda telah menetapkan peraturan demi kebaikan anak-anak, dan telah mensosialisasikan semua peraturan itu pada mereka.
Ketika Anda telah merasa lebih tenang dan siap berkonfrontasi dengan anak Anda, berikan hukuman sebagai konsekuensi tingkah laku mereka. Jangan berikan hukuman lebih berat dari yang telah Anda tetapkan hanya karena Anda merasa sangat marah.
Misalnya, mengapa harus membentak anak hanya karena mereka menumpahkan susu di lantai? Perintahkan mereka untuk membersihkan tumpahan susu hingga bersih, dan Anda tak perlu membuang energi untuk mempertahankan rasa marah Anda.

2) Minta bantuan

Umumnya para ibu akan mengalami kurang tidur dan istirahat saat mereka mempunyai anak yang berusia kurang dari 3 tahun. Jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang tua, mertua atau rekan terdekat seandainya mereka bersedia menjaga anak Anda sementara Anda berisitirahat.
Kita di Indonesia sangat beruntung karena hubungan antar keluarga dan juga antar tetangga masih terjalin kuat. Sehingga tidak sulit untuk minta bantuan dari mereka saat kita membutuhkannya.
O ya, selain beristirahat Anda dapat berjalan-jalan atau berolah raga ringan agar kembali bugar dan membuang rasa marah jauh-jauh sebelum kembali ke medan ‘perang’.

3) Jadwalkan waktu ‘berkencan’ dengan pasangan

Kadang kala kita terlalu sibuk menjadi orang tua, dan melupakan pasangan kita. Tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua telah menyita sebagian besar dari waktu kita dan membuat kita mengabaikan kebutuhan pasangan.
Beberapa dari orang tua kadang merasa sangat marah pada anak, sehingga tanpa sadar kita membayangkan hari-hari Anda dan pasangan sebelum anak-anak lahir.
Ada baiknya Anda dan pasangan meluangkan waktu untuk berdua tanpa anak-anak. Hal ini akan membuat Anda kembali merasa dekat dengan pasangan, dan saat pulang ke rumah Anda dapat menghargai keberadaan anak-anak dan tidak merasa bahwa mereka telah memonopoli hidup Anda secara keseluruhan.

4) ‘Badai pasti berlalu’
Ya, rasa marah adalah sebuah bentuk dari emosi, namun perasaan itu akan makin menjadi bila Anda melulu memikirkannya. Misalnya, Anda marah karena anak membuat Anda merasa terganggu.
Anda berpikir bahwa anak Anda sangat egois dan tidak memahami bahwa Anda sedang merasa sangat lelah setelah bekerja seharian. Lalu Anda akan mencari alasan lain untuk membenarkan kemarahan Anda, bahkan menyangkutpautkannya dengan hal-hal yang tak ada hubungannya.
Semakin Anda memikirkan rasa marah Anda, semakin panas terasa di dada. Jadi, cobalah lakukan yang sebaliknya. Begitu Anda merasa marah, katakan pada diri Anda bahwa, “Ya saya marah, tapi saya akan rileks dan tenang. Ini bukanlah hal besar. Saya mampu menghadapinya.”
Carilah ungkapan yang tepat untuk dikatakan pada diri Anda sendiri ketika sedang marah, yaitu suatu ungkapan yang dapat menjauhkan Anda dari rasa marah. Kalau saya sih cukup dengan, “badai pasti berlalu.”

5) Mengelola aspek spiritual

JIka Anda merupakan pemeluk suatu agama, ada baiknya jika Anda meluangkan waktu untuk beribadah dan bermeditasi sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Semua agama mengajarkan cara-cara untuk merasa lebih baik dan tenang.
Hal ini akan membantu Anda untuk membangun perspektif yang seimbang dalam memandang kehidupan. Sehingga dalam kondisi apapun, rasa marah tidak akan mudah menyerang Anda. Banyak membaca buku motivasi juga dapat membantu Anda berpikir dua kali sebelum amarah membutakan penilaian Anda.
Benjamin Franklin mengatakan, “Amarah tidak pernah terjadi tanpa alasan, tapi alasan itu sering kali tidak tepat.” Begitu kita sudah mengetahui alasan di balik rasa marah kita (kadang-kadang bukan kebiasaan buruk anak yang membuat kita marah, tapi ada kejadian tak mengenakkan di tempat kerja dan kita membawa suasana hati yang tidak enak itu pulang), maka kita akan dapat mengatasinya dengan baik.
Berusahalah untuk mengelola amarah dengan efektif/ tepat karena anak-anak kita tidak layak dijadikan pelampiasan. Anda toh juga tidak mau berada pada posisi itu bukan?