Anak sebagai permata hati, dambaan bagi setiap orang tua dimana pun.
Buah cinta dengan segala kasih dan perhatian pastinya akan dilakukan
oleh orang tua. Dalam tumbuh kembangnya dari bayi hingga dewasa, sang anak tak lepas dari pengaruh dan didikan orang-orang di sekelilingnya terutama keluarga inti yaitu orang tua.
Selain asupan nutrisi, sang anak pun membutuhkan bimbingan
rohaninya..agar jiwanya tumbuh berkembang dengan baik. Dikatakan
berkembang jiwanya secara positif dimana sang anak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, seperti: tetangga, teman-temannya bahkan lingkungan luas dalam kata lain yaitu bermasyarakat.
Tuntutan manusia untuk hidup bersosialiasi tidak bisa dipisahkan dari kodrat dia sebagai makhluk sosial (Zoon Politicon).
Kecenderungan manusia untuk bergaul menuntut mereka agar bisa
beradaptasi dengan lingkungannya termasuk menjalin hubungan dengan
sesama manusia tanpa dibatasi umur, suku, agama dan bangsa sekalipun.
Banyak tidaknya intensitas seseorang bergaul dengan lingkungannya
terkadang bisa memberi peluang dia untuk memiliki posisi di mata
masyarakat juga mengasah empati sebagai kebutuhan nuraninya. Kondisi
tertentu terkadang menyebabkan seseorang memiliki penyimpangan karakter yang tentunya berbahaya bagi diri sendiri bahkan juga orang-orang disekitarnya.
Sang anak sebagai sosok individu yang sedang tumbuh berkembang sangat
membutuhkan bimbingan serta pendidikan terutama dari lingkungan
keluarga. Kecenderungannya menjadi jati diri, terkadang membuat anak lepas kontrol
sehingga terjebak ke dalam perilaku-perilaku buruk yang membahayakan:
seperti Narkoba, Seks Bebas, Minum-minum dan perbuatan-perbuatan negatif
lainnya.
Tentunya kita sebagai orang tua pun tidak menghendaki hal itu
terjadi. Bagaimana pun peran kita sebagai orang sangatlah penting untuk
mencetak anak-anak yang bermental kuat, cerdas serta religius.
Perlu kiranya pendampingan mentalitas sang anak agar terhindar dari
pengaruh negatif sehingga anak-anak menjadi generasi bangsa yang baik,
di antaranya:
1. Tanamkan pendidikan agama serta kebiasaan yang baik
sedari dari dini di lingkungan keluarga. Anak-anak biasanya suka
mencontoh orang yang lebih dewasa termasuk orang tua. Lakukan doa dan
ibadah bersama, gotong royong membesihkan rumah, dll.
2. Senantiasa melakukan pedampingan di saat anak
sedang belajar ataupun bermain sehingga anak akan belajar untuk
mengetahui hal-hal baru dimulai dari penjelasan orang tua. Seperti:
pendampingan saat anak menonton TV dan menjelaskan baik buruknya
tontonan tersebut.
3. Kembangkan hobi anak yang positif seperti
melukis, menari, bermain komputer, menyanyi dan lain-lain sehingga bakat
dan keterampilan anak akan terasah. Dengan adanya wadah ini sang anak
akan diperhatikan dan diberi respon positif terutama dari orang tuanya
sehingga konsentrasi anak akan tercurah pada hal-hal yang bersifat
positif.
4. Beri reward (hadiah) bila anak telah
melakukan suatu keberhasilan, seperti naik kelas, menjadi juara 1-3 di
sekolahnya, juara perlombaan bahkan saat anak selesai membantu pekerjaan
orang tua di rumah (kondisi ini bisa sesekali dilakukan).
5. Jangan pernah menghukum anak atas kesalahannya
dengan hukuman berat karena jiwa sang anak masih dalam tahap
perkembangan sehingga didikan yang terlampau keras akan membentuk
pribadi anak yang keras dan pemberontak. Namun cukup dinasihatin dengan
bijaksana dan kalo perlu diberi hukuman yang mendidik, seperti harus
mencuci piring, membereskan tempat tidur, dll.
6. Sesibuk apa pun, sebagai orang tua harus dan wajib memberi perhatian pada sang anak.
Berilah waktu walaupun beberapa jam saat anak ada di rumah untuk
mendengarkan keluh kesah sang anak saat beraktifitas di luar. Dan
tentunya orang tua bisa memberi nasihat menghibur agar hatinya tidak
sedih atau terbebani.
7. Kebersamaan keluarga sangatlah diperlukan apalagi
di masa anak-anak dalam pertumbuhan. Sentuhan kasih sayang dan
perhatian orang tua akan membuat mental sang anak menjadi kuat di
kemudian hari. Sesekali lakukan liburan dan tamasya bersama agar anak
merasa dekat dengan orang tuanya (disesuaikan kemampuan orang tua) atau
bisa juga mengunjungi sanak saudara di kota lain untuk menjalin
silaturahmi.
Ibarat anak seperti kertas putih yang suci, pengaruh lingkungan lah termasuk pendidikan orang tua yang akan memberi warna tersendiri pada pribadi anak tersebut. Anak akan menjadi generasi dambaan dan membanggakan bila kita berhasil mendidiknya dengan pendidikan adan agama.
Namun tak jarang pula, pengaruh lingkungan luar yang negatif yang
menyebabkan sang anak menjadi pribadi yang tidak diharapkan bahkan
menjadi ancaman bagi orang tua. Semoga tips tersebut bermanfaat
khususnya para orang tua yang sedang berjuang demi putra-putrinya.

No comments:
Post a Comment