Friday, 8 May 2015

Gambaran Gaya Belajar

Tidak semua orang memproses informasi dengan cara yang sama, oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana gaya bekerja otak diterjemahkan ke dalam gaya belajar (learning styles) yang berbeda-beda pula. Pemahaman yang baik mengenai perbedaan gaya-gaya yang mendasar ini sangat penting bagi siapapun yang harus menghadapi orang-orang dalam berbagai situasi, termasuk dalam proses belajar mengajar.
Para ilmuwan telah memverifikasi bahwa seperti halnya dengan sidik jari, di dunia ini otak setiap individu adalah unik. Variabilitas otak para pembelajar merefleksikan banyak faktor, termasuk genetika dan pengaruh-pengaruh lingkungan. Koneksi antara sel-sel yang tercipta sebagai hasil dari pengalaman setiap individu membentuk peta kognitif personal individu tersebut.

Gambaran Mengenai Gaya Belajar

Banyak orang mengira bahwa setiap orang menyukai cara belajar dan teknik yg berbeda. Belajar berkelompok adalah cara umum bagi setiap orang untuk belajar. Setiap orang mempunyai cara belajar campuran. Sebagian orang mungkin dapat mengetahui bahwa mereka memiliki cara belajar yang dominan, dengan kurang lebih yang di gunakan orang lain. Sebagian orang mungkin mengetahui bahwa mereka menggunakan cara yang berbeda dengan keadaan yang berbeda pula. Tidak ada campuran yang benar. Maupun caranya di rubah/diperbaiki. Anda dapat mengembangkan kemampuan di dalam cara belajar yang kurang dominan, sebaik anda mengembangkan cara yang telah anda gunakan.
Menggunakan beberapa cara belajar dan kecerdasan untuk belajar adalah cara pendekatan yang baru. Pendekatan ini baru dikenal di lingkungan pengajar. Sekolah tradisional selama ini menggunakan (dan terus menggunakan) metode pembelajaran linguistic dan logika. Metode ini juga menggunakan jangkauan yang terbatas dalam teknik proses belajar dan mengajar. Banyak sekolah masih mengandalkan pada ruang kelas, pembelajaran buku dasar, banyak pengulangan, dan ujian untuk memperkuat dan mengulas. Satu hasil yang selalu kita nilai bagi mereka yang menggunakan cara pembelajaran dan teknik ini sebagai ‘pintar’. Bagi mereka yang kurang menyukai cara belajar selalu berada di kelas rendah, dengan berbagai penilaian yang tidak terlalu komplementer dan kadang-kadang dengan kualitas belajar yang rendah. Hal ini dapat membuat pemikiran positif dan negative yang dapat menguatkan kepercayaan bahwa seseorang adalah ‘pintar’ dan ‘bodoh’.
Dengan mengenali dan memahami cara belajar anda, anda dapat menggunakan teknik belajar yang lebih baik yang cocok dengan anda. Hal ini dapat memperbaiki kecepatan dan kualitas belajar anda.
Cara belajar anda memiliki banyak pengaruh dari apa yang anda bayangkan. Kesukaan cara belajar anda memandu jalan anda untuk belajar. Cara belajar anda juga mengubah cara anda mewakili pengalaman, cara anda menyerap informasi, dan bahkan kata-kata yang anda gunakan. Kami menggali lebih jauh lagi pada bab ini. Penelitian menunjukan bahwa setiap cara pembelajaran menggunakan bagian otak yang berbeda. Dengan melibatkan lebih banyak bagian otak selama proses belajar, kita dapat lebih banyak mengingat dari apa yang kita pelajari. Para peneliti yang menggunakan pencitraan otak telah mampu mengungkap wilayah utama pada otak yang berperan pada setiap gaya belajar.

Tingkatkan keberhasilan pendidikan...
... dengan mengungkap cara belajar anak yang terbaik.
  Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda: mereka belajar, konsentrasi dan memproses informasi dengan jalan yang berbeda.

Kita memerlukan bukti ilmiah untuk membantu individu-individu mengenal kekuatan dan kelemahan mereka sendiri,meyakinkan mereka untuk lebih percaya diri dalam menggunakan kemampuan sejati mereka, dan menjelaskan kepada para orang tua/guru dan siswa itu sendiri bahwa tidak ada satu cara “terbaik”, tidak ada satu gaya tunggal yang bisa menjamin keberhasilan proses belajar, penyerapan informasi, pemecahan masalah, dan penyelesaian tugas.

Jadi melalui teknologi analisa sidik jari, kita dapat mengetahui gaya belajar anak dan kita dapat mengoptimalkan belajar mereka sesuai dengan gaya masing-masing.

Bersekolah, tapi tidak mengenal bakat, ibarat menanam tidak mengenal bibit.” 

Analisa Sidik Jari bertujuan mengungkap Potensi Genetis sebagai referensi untuk menentukan sukses di masa depan.




 

No comments:

Post a Comment