Tuesday, 5 May 2015

Apakah Analisa Sidik Jari Merupakan Ramalan?

https://www.youtube.com/watch?v=7alOjGqk4xU
Mungkin dari anda ada yang bertanya-tanya apakah analisa sidik jari merupakan sebuah ramalan? pertanyaan ini wajar karena ada juga sebuah metode ramalan dengan menggunakan garis tangan atau yang lebih dikenal dengan palmistry dan kebetula letak sidik jari berdekatan dengan garis tangan sehingga munculah prasangka ini.

Dalam palmistry, kita bisa meramalkan panjang-pendek usia seseorang, peruntungan bisnis, nasib perkawinan (cerai, istri lebih dari satu dll), meramal jumlah anak yang nanti akan dimiliki dan lain sebagainya. 

Lalu apakah analisa sidik jari meramal kehidupan seseorang? jawabannya tentu TIDAK. Jauh sekali perbedaan antara ramalan garis tangan dan analisa sidik jari.

Mengapa sidik jari BUKAN merupakan ramalan ?


1. Dalam laporan analisa sidik jari tidak ada peramalan panjang-pendek usia seseorang. Tidak ada ramalan peruntungan rejeki seseorang, potensi cerai dalam suatu perkawinan dan lain sebagainya.

Analisa sidik jari hanya terbatas memetakan bakat dan personaliti seseorang bukan meramal si anak menjadi dokter, guru, pengacara, ilmuwan, atlet dan lain sebagainya. Bahkan analisa sidik jari tidak memberikan label kepada seseorang itu bodoh, pintar, jenius sebagaimana test IQ.

Dengan memetakan bakat dan personaliti, kita dapat lebih efektif dan efisien dalam mendidik anak sehingga orang tua bisa lebih memahami bahwa tiap anak memiilki bakat yang berbeda dan orang tua juga akan lebih bijaksana untuk tidak memaksakan anaknya mengikuti kehendak orang tuanya karena bakat orang tua dan anak belum tentu sama. Sampai sekarang masih banyak orang tua yang memaksakan anaknya berprestasi di bidang sains sehingga jika anak berbakat dalam bidang olahraga atau seni tidak diberikan apresiasi. Tentu pandangan seperti ini sudah usang karena anak adalah anugrah dari Allah yang memiliki bakatnya masing-masing.

2. Analisa sidik jari adalah metode assesment yang bisa mengukur bakat, personaliti seseorang melalui test genetika dari sample 10 sidik jari. Diperlukan alat seperti scanner sidik jari yang kemudian dianalisa oleh praktisi sidik jari melalui software analisa sidik jari. Adapun yang diukur adalah multiple intelligence (8 kecerdasan) : logika, musik, naturalis, interpersonal, intrapersonal, visual-spatial, kinestetik, verbal linguistik. Sedangkan pemetaan profil adalah berdasarkan DISC Profile atau Bird Profile.

Perbedaan kami dengan metode assesment yang lain adalah, kami mengukur secara genetik melalui 10 sidik jari sedangkan metode lain yang biasanya digunakan oleh psikolog adalah menggunakan metode tanya jawab atau pengetesan. Sebagai contoh, untuk memetakan 8 kecerdasan majemuk, biasanya anak akan ditest tentang matematika, bernyanyi, mengkategorikan gambar atau orang tuanya ditanya apakah anaknya suka dengan alam,hewan untuk mengukur apakah anak memiliki kecerdasan naturalis atau tidak.

Keunggulan metode kami adalah tidak ada test atau tanya jawab karena jawaban bisa bersifat bias, misalnya jika anak lagi tidak mood maka test yang dilakukan juga tidak bisa maksimal sehingga pemetaan bisa salah. Atau jika orangtuanya ditanya pun sebatas memberikan jawaban yang "kira-kira". Pada assesment untuk orang dewasa misalnya untuk memetakan personaliti, jawaban yang diberikan pun bisa direkayasa sehingga hasilnya bergantung kepada kejujuran peserta assesment.

Jadi sebenarnya, analisa sidik jari bisa dijadikan metode komplementer atau tambahan untuk memperlengkap metode assesement yang lainnya sehingga bisa untuk perbandingan. Ada juga beberapa pihak yang mengatakan analisa sidik jari tidak ilmiah atau cuma sekedar ramalan hanya karena pihak tersebut merasa tersaingi dengan metode ini.

Penting untuk dipahami bersama bahwa, ilmu pengetahuan manusia senantiasa berkembang sehingga bersikap terbuka adalah hal yang terpenting. Pada masa lampau, jika kita berpendapat bumi itu bulat bisa dihukum mati, namun faktanya bumi sudah bisa dilihat bentuknya karena perkembangan ilmu pengetahuan manusia.

Artinya adalah, metode assesment bisa berinovasi sesuai peradaban jaman dan teknologi sehingga diperlukan sikap yang terbuka untuk menerima sesuatu pengetahuan yang baru.

3. Analisa sidik jari dapat secara ilmiah dipertanggung jawabkan karena ilmuwan telah banyak meneliti tentang sidik jari. Anda bisa membaca secara lengkap di http://sidikjariindonesia.com/sejarah-dermatoglyphics-analisa-sidikjari.html

Analisa sidik jari telah mengambil sample jutaan orang di seluruh dunia sehingga memiliki akurasi yang tinggi. Tanpa sample yang begitu banyak, tentu tidak mungkin analisa sidik jari berkembang karena akurasinya akan rendah dan jika hanya tebak-tebakan tentu tidak akan berkembang ke seluruh dunia.



No comments:

Post a Comment