https://www.youtube.com/watch?v=7alOjGqk4xU
Mungkin dari anda ada yang bertanya-tanya apakah analisa sidik jari
merupakan sebuah ramalan? pertanyaan ini wajar karena ada juga sebuah
metode ramalan dengan menggunakan garis tangan atau yang lebih dikenal
dengan palmistry dan kebetula letak sidik jari berdekatan dengan garis
tangan sehingga munculah prasangka ini.
Dalam palmistry, kita
bisa meramalkan panjang-pendek usia seseorang, peruntungan bisnis, nasib
perkawinan (cerai, istri lebih dari satu dll), meramal jumlah anak yang
nanti akan dimiliki dan lain sebagainya.
Lalu apakah analisa
sidik jari meramal kehidupan seseorang? jawabannya tentu TIDAK. Jauh
sekali perbedaan antara ramalan garis tangan dan analisa sidik jari.
Mengapa sidik jari BUKAN merupakan ramalan ?
1.
Dalam laporan analisa sidik jari tidak ada peramalan panjang-pendek
usia seseorang. Tidak ada ramalan peruntungan rejeki seseorang, potensi
cerai dalam suatu perkawinan dan lain sebagainya.
Analisa sidik
jari hanya terbatas memetakan bakat dan personaliti seseorang bukan
meramal si anak menjadi dokter, guru, pengacara, ilmuwan, atlet dan lain
sebagainya. Bahkan analisa sidik jari tidak memberikan label kepada
seseorang itu bodoh, pintar, jenius sebagaimana test IQ.
Dengan
memetakan bakat dan personaliti, kita dapat lebih efektif dan efisien
dalam mendidik anak sehingga orang tua bisa lebih memahami bahwa tiap
anak memiilki bakat yang berbeda dan orang tua juga akan lebih bijaksana
untuk tidak memaksakan anaknya mengikuti kehendak orang tuanya karena
bakat orang tua dan anak belum tentu sama. Sampai sekarang masih banyak
orang tua yang memaksakan anaknya berprestasi di bidang sains sehingga
jika anak berbakat dalam bidang olahraga atau seni tidak diberikan
apresiasi. Tentu pandangan seperti ini sudah usang karena anak adalah
anugrah dari Allah yang memiliki bakatnya masing-masing.
2.
Analisa sidik jari adalah metode assesment yang bisa mengukur bakat,
personaliti seseorang melalui test genetika dari sample 10 sidik jari.
Diperlukan alat seperti scanner sidik jari yang kemudian dianalisa oleh
praktisi sidik jari melalui software analisa sidik jari. Adapun yang
diukur adalah multiple intelligence (8 kecerdasan) : logika, musik,
naturalis, interpersonal, intrapersonal, visual-spatial, kinestetik,
verbal linguistik. Sedangkan pemetaan profil adalah berdasarkan DISC
Profile atau Bird Profile.
Perbedaan kami dengan metode assesment
yang lain adalah, kami mengukur secara genetik melalui 10 sidik jari
sedangkan metode lain yang biasanya digunakan oleh psikolog adalah
menggunakan metode tanya jawab atau pengetesan. Sebagai contoh, untuk
memetakan 8 kecerdasan majemuk, biasanya anak akan ditest tentang
matematika, bernyanyi, mengkategorikan gambar atau orang tuanya ditanya
apakah anaknya suka dengan alam,hewan untuk mengukur apakah anak
memiliki kecerdasan naturalis atau tidak.
Keunggulan metode kami
adalah tidak ada test atau tanya jawab karena jawaban bisa bersifat
bias, misalnya jika anak lagi tidak mood maka test yang dilakukan juga
tidak bisa maksimal sehingga pemetaan bisa salah. Atau jika orangtuanya
ditanya pun sebatas memberikan jawaban yang "kira-kira". Pada assesment
untuk orang dewasa misalnya untuk memetakan personaliti, jawaban yang
diberikan pun bisa direkayasa sehingga hasilnya bergantung kepada
kejujuran peserta assesment.
Jadi sebenarnya, analisa sidik jari
bisa dijadikan metode komplementer atau tambahan untuk memperlengkap
metode assesement yang lainnya sehingga bisa untuk perbandingan. Ada
juga beberapa pihak yang mengatakan analisa sidik jari tidak ilmiah atau
cuma sekedar ramalan hanya karena pihak tersebut merasa tersaingi
dengan metode ini.
Penting untuk dipahami bersama bahwa, ilmu
pengetahuan manusia senantiasa berkembang sehingga bersikap terbuka
adalah hal yang terpenting. Pada masa lampau, jika kita berpendapat bumi
itu bulat bisa dihukum mati, namun faktanya bumi sudah bisa dilihat
bentuknya karena perkembangan ilmu pengetahuan manusia.
Artinya
adalah, metode assesment bisa berinovasi sesuai peradaban jaman dan
teknologi sehingga diperlukan sikap yang terbuka untuk menerima sesuatu
pengetahuan yang baru.
3. Analisa sidik jari dapat secara ilmiah
dipertanggung jawabkan karena ilmuwan telah banyak meneliti tentang
sidik jari. Anda bisa membaca secara lengkap di
http://sidikjariindonesia.com/sejarah-dermatoglyphics-analisa-sidikjari.html
Analisa
sidik jari telah mengambil sample jutaan orang di seluruh dunia
sehingga memiliki akurasi yang tinggi. Tanpa sample yang begitu banyak,
tentu tidak mungkin analisa sidik jari berkembang karena akurasinya akan
rendah dan jika hanya tebak-tebakan tentu tidak akan berkembang ke
seluruh dunia.
No comments:
Post a Comment