Thursday, 7 May 2015

10 Makanan Bikin Otak Encer

Ingin anak Anda cemerlang di sekolah? Cobalah untuk memperhatikan dengan jeli  kebutuhan gizi dan nutrisi mereka setiap hari. Selain itu, ada baiknya pula memasukan 10 jenis makanan terbaik berikut ini.  Makanan yang dijuluki "Brain Food" ini diyakini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi berpikir anak-anak.

1. Salmon
Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3 -  DHA and EPA - yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Menurut para ahli  walaupun tuna mengandung asam omega-3, namun ikan ini tidaklah sekaya salmon.

2. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat.
3. Selai kacang
 "Kacang tanah (peanut) dan selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin  ini merupakan  antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.


 4. Gandum murni
Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut.  Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf.

5.  Oat/Oatmeal
Oat merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan  nutrisi penting bagi otak. Oat dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari.  Kaya akan kandungan serat, oat akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Oat juga merupakan sumber  vitamin E, vitamin B, potassium dan seng  -- yang membuat  tubuh dan fungsi otak berfungsi pada kapasitas penuh.

6.  Berry 
Strawberry, cherry, blueberriy dan blackberry. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin  banyak nutritisi yang di kandungnya. Berry mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker.

Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak blueberry dan strawberry mengalami perbaikian dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah berri ini juga ternyata kaya akan asam lemak  omega-3.

 7. Kacang-kacangan
 Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks.  Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral.  Kacang juga makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi  dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya pada sore hari jika dikonsumsi saat makan siang.

Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asal lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya  -- khususnya  ALA - jenis asal omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak .

 8. Sayuran berwarna
Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, bayam adalah  sayuran yang kaya nutrisi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.



 

9. Susu dan Yogurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim.  Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak.

Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak vitamin D bahkan 10 kali dari dosis yang direkomendasikan. Vitamin D adalah vitamin yang juga penting bagi sistem saraf otot dan siklus hidup sel-sel manusia secara keseluruhan.

 10. Daging sapi tanpa lemak
Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolag. Daging sapi tanpa lemak adalah salah atu  sumber makanan yang mengandung banyak  zat besi.  Dengan hanya mengonsumsi 1 ons per hari, maka tubuh Anda akan terbantu dalam penyerapan zat besi darai sumber lainnya.  Daging sapi juga mengandung mineral seng  yang dapat membantu memelihara daya ingat .

Khsusus bagi  yang vegetarian, Anda dapat memanfaatkan kacang hitam dan burger kedelai sebagai  pilihan.  Kacang-kacangan adalah adalah sumber penting  zat besi nonheme -- tipe zat besi yang membutuhkan vitamin C untuk di serap oleh tubuh. Mengonsumsi tomat , jus jeruk, strawberry dan kacang-kacangan  juga dapat dipilih sebagai upaya mencukupi kebutuhan zat besi.

Kecerdasan Kinestetis Jangan Dilemahkan

Kelebihan anak-anak kinestetik lebih cepat menghafal dengan olah tubuh. Karena itu gaya belajar anak kinestetik sebaiknya selalu dikaitkan dengan gerakan atau olah tubuh.

Misal untuk memahami bagaimana proses hujan turun, anak kinestetik jangan disuruh menghafal kalimat demi kalimat. Tapi, dengan memberi contoh melalui gerakan-gerakan tangan, pasti cepat dicerna. Bisa juga tentang gaya tarik bumi dengan menjatuhkan bola basket dan contoh lainnya. Semua itu membutuhkan kreativitas dari orangtua.

Ada kelemahan dari anak kinestetik, yaitu cenderung tidak bisa diam dalam jangka waktu lama. Maunya bergerak terus. Namun, orangtua tidak perlu khawatir karena mereka anak normal dan seiring perkembangan usianya, anak kinestetik juga bisa lebih tenang seperti anak-anak lain..

Sebab, kinestetik ini bukan gangguan atau kekurangan dari seseorang melainkan salah satu cara kemampuan mengekpresikan diri.

Perlu diketahui, semua orang mempunyai kecerdasan kinestetik dengan level yang berbeda. Ada yang lebih dominan, tapi ada juga yang kecerdasan fisiknya tidak unggul dibandingkan kecerdasan lain.

Jika anak Anda termasuk golongan kinestetik, pakar menyarankan orang tua untuk memberikan dukungan kepada buah hati mereka. Orangtua juga dapat melengkapi kelebihan lain dikaitkan dengan kecerdasan fisik.

Misalkan, agar anak pintar mengarang, orangtua bisa mengarahkan anak membuat tulisan mengenai tips basket. Pasti membuat anak semangat

Info Kecerdasan Kinestetik


  • Mengidentifikasi kecerdasan kinestetik
Anak suka aktivitas yang melibatkan motorik halus dan kasar.

  • Kecerdasan kinestetik dan otak
Area kecerdasan kinestetik terletak pada cerebellum dan thalamus, ganglion utama dan bagian otak yang lain. Korteks motor otak mengendalikan gerakan tubuh. Orang-orang dengan kecerdasan ini menunjukkan keterampilan menggunakan jari atau motorik halus.

  • Perilaku kinestetik
Gemar mengulik, mencari tahu bagaimana cara kerja sesuatu. Tak memerlukan penjelasan orang lain atau membaca manual.

  • Kreativitas
Kecerdasan ini melahirkan olahragawan, ilmuwan, penulis, artis, musisi, penari, dan tenaga kreatif lain yang memungkinkan otak dan tangan mereka bergerak tanpa mengikuti format baku.

  • Reaksi masyarakat
Masyarakat kerap menganggap kinestetika sebagai hiperaktivitas ketimbang suatu kecerdasan. Akibatnya, kecerdasan ini jarang dihargai. Padahal bila mereka diarahkan dan dikembangkan untuk membuka potensi tertinggi, bukan tidak mungkin akan terlahir, Lionel Messi, Tiger Wood, Michael Jordan atau Rafael Nadal masa depan

  • Melemahkan
Orangtua dan guru sering membatasi anak. Anak kreatif yang cerdas fisik membutuhkan kebebasan tanpa selalu mengikuti pola yang sudah dirancang.

Tes anak anda segera pada kami dan konsultasikan anak anda dengan kami demi kebaikan dan kebahagiaan anda serta putra putri anda.


Wednesday, 6 May 2015

Marah pada anak..dampak negatif dan tipsnya

Pengaruh Buruk Kemarahan Orang Tua Terhadap Sikap Anak

TERIAKAN bocah malang itu tidak juga menghentikan gerakan tangan sang ayah untuk berhenti memukuli tubuh ringkihnya. Barulah setelah tubuh itu diam tak bergerak, kesadaran si ayah langsung pulih. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, nyawa pun melayang sia-sia.

Itu bukan cerita rekaan, tapi benar terjadi Desember 1984. Kasus penganiayaan terhadap Arie Hanggara yang dilakukan ayahnya, menjadi cerita memilukan. Bahkan sempat diangkat ke layar perak.

Arie menjadi korban kekerasan ayahnya yang menyebabkan nyawanya melayang. Ternyata Arie bukan anak terakhir yang mengalami nasib memilukan ini. Penyiksaan anak (child abuse) malah terjadi sepanjang tahun. Bahkan UNICEF pada 2003 melansir laporan sebanyak 3.500 anak berusia kurang dari 15 tahun tewas setiap tahun akibat perlakukan kejam.

Riset yang dilakukan UNICEF di beberapa negara itu juga menunjukkan tingkat kekerasan yang berakhir dengan kematian terjadi di negara-negara kawasan Amerika, Eropa, Pasifik, tergolong tinggi, seperti di AS, Meksiko, Portugal, Belgia, Ceko, Hongaria, Prancis, dan Selandia Baru. Namun Spanyol, Yunani, Italia, Irlandia, dan Norwegia justru tergolong rendah.

Dari temuan UNICEF, ada dua faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak. Pertama, stres dan kemiskinan. Kemudian rumah tangga yang kerap diwarnai kekerasan antara suami dan istri.

Bentuk kekerasan yang tidak tepat bisa berpengaruh buruk pada anak dalam jangka panjang. Makian kasar seperti “dasar anak sial” atau “dasar anak nakal” akan terekam kuat dalam diri si anak.

Anak yang sering dimarahi orang tuanya, apalagi diikuti dengan penyiksaan, cenderung meniru perilaku buruk (coping mechanism) seperti bulimia nervosa (memuntahkan makanan kembali), penyimpangan pola makan, anorexia (takut gemuk), kecanduan alkohol dan obat-obatan, dan memiliki dorongan bunuh diri.

“Marah merupakan hal yang normal, tapi kemarahan yang tidak tepat bisa memengaruhi kondisi psikis dan fisik anak,” ujar psikolog dari Jagadnita, Diah P Paramita dalam acara bertajuk ‘Seni bertengkar sehat dengan anak’ di Jakarta, Sabtu (30/8).

Sedangkan psikolog dari Medicare Clinic Anna Surti Ariani menambahkan, tindakan seperti mencubit atau memukul sedapat mungkin dihindari, karena sama sekali tidak perlu. “Asalkan menguasai teknik-teknik mendisiplinkan anak, 50% kenakalan anak akan teratasi,” katanya.

Menurut Nina, begitu ia disapa, mendisiplinkan anak balita harus secara konkret, seperti menunjukkan wajah cemberut. Pada usia ini mereka cenderung meniru. Hal ini sesuai dengan perkembangan kognitif anak. Sedangkan pada anak usia SD disarankan menggunakan metode broken record (piringan hitam rusak). “Ibarat piringan hitam rusak, ucapkan apa yang diinginkan orang tua berulang-ulang,” jelas Nina.

Diah pun menambahkan, marah yang bertujuan untuk mendidik dan memperbaiki kesalahan-kesalahan agar perbuatan serupa tidak terulang lagi. Kemarahan yang diekspresikan secara tidak tepat, akan memengaruhi kemampuan orang tua dalam menerapkan disiplin dan memengaruhi hubungan orang tua dengan anak.

Marah yang diikuti pemukulan menimbulkan luka batin, benci terhadap orang tua, rendah diri, antisosial, dan suka berkelahi. “Anak-anak suka meniru, kalau dipukul akan balas memukul. Selain itu memukul tidak mengubah perilaku,” sambung Diah.

Child Right Information Network–sebuah organisasi yang peduli pada nasib anak-anak– memaparkan pemukulan terhadap anak-anak (baik dengan tangan, ikat pinggang, tongkat, atau sepatu), menendang, melempar, mengguncang-guncangkan tubuh anak, mencakar, menggigit, menyuruh anak diam dalam posisi yang membuatnya tidak nyaman, bila terjadi di Eropa dapat dikenai tuduhan melakukan tindakan kriminal. Austria, Denmark, Finlandia, Islandia, Jerman, Norwegia, dan Swedia memiliki UU yang melarang keras penyiksaan fisik terhadap anak-anak.

Kekesalan orang tua bisa berdampak pada anak. Maka dari itu, orang tua harus menyelesaikan masalahnya lebih dulu. Menurut Diah, orang tua bisa mengikuti terapi untuk mengatasi kemarahan di masa lalu.

Selanjutnya melakukan identifikasi masalah di masa lalu. “Anak yang ibunya sering sekali marah akan sulit untuk disiplin,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut juga terungkap bahwa anak yang dekat dengan orang tuanya akan jarang marah. Bila hubungan itu harmonis dan akrab, orang tua lebih mengenal karakter anak sehingga dapat menghindari kondisi pemicu pertengkaran. Diah menyarankan menarik napas setiap kali hendak marah. “Kondisikan diri untuk tidak memerhatikan hal-hal kecil yang bisa membuat marah.”

Agar hubungan orang tua-anak harmonis tingkatkan pendekatan dengan melakukan kegiatan bersama. Kemudian memberi contoh/sikap yang baik bisa meningkatkan rasa percaya diri. Meluangkan waktu untuk bermain bersama, dan memberikan tanggung jawab, membuat anak merasa spesial. “Ajak anak menyiram tanaman biarkan anak memegang selang air,” jelas Diah memberi contoh.

Selain hal yang diungkapkan di atas, Diah menyarankan orang tua menjalin komunikasi nonverbal. Yakni melakukan kontak mata saat berbicara, sikap tubuh sejajar saat berbicara (sambil duduk atau jongkok), rendahkan nada suara, berikan pelukan dan sentuhan lembut pada kepala sebagai tanda berbaikan usai memarahi.

Kita hidup di jaman serba sulit akibat tekanan hidup yang terus bertambah dari hari ke hari.  Kenaikan harga barang pokok, kemacetan, pekerjaan yang tiada habisnya, bos yang pelit, dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat kita merasa putus asa, marah dan kehabisan tenaga saat harus kembali ke rumah dan melakukan tugas sebagai orang tua.
Namun adilkah jika kita menjadikan anak-anak sebagai sasaran empuk rasa marah kita saat mereka melakukan beberapa kesalahan yang sebenarnya sederhana?  Bagaimana cara kita mempertahankan kesadaran untuk tetap tenang meski rasa marah sudah memuncak hingga ke ubun-ubun?

1) Tetap fokus pada akibat

Jika anak Anda terus membangkang terhadap perintah Anda, mundurlah sejenak dari ‘pertarungan’ dan ambil nafas dalam-dalam. Anda dapat keluar dari rumah untuk beberapa menit dan berusaha untuk memfokuskan diri serta meredam rasa marah Anda.
Saya tahu nampaknya hal ini sederhana, tapi sering kali berhasil. Intinya, jangan sampai rengekan, tangisan dan rasa marah anak mempengaruhi Anda. Ingat, Anda adalah orang tuanya. Anda telah menetapkan peraturan demi kebaikan anak-anak, dan telah mensosialisasikan semua peraturan itu pada mereka.
Ketika Anda telah merasa lebih tenang dan siap berkonfrontasi dengan anak Anda, berikan hukuman sebagai konsekuensi tingkah laku mereka. Jangan berikan hukuman lebih berat dari yang telah Anda tetapkan hanya karena Anda merasa sangat marah.
Misalnya, mengapa harus membentak anak hanya karena mereka menumpahkan susu di lantai? Perintahkan mereka untuk membersihkan tumpahan susu hingga bersih, dan Anda tak perlu membuang energi untuk mempertahankan rasa marah Anda.

2) Minta bantuan

Umumnya para ibu akan mengalami kurang tidur dan istirahat saat mereka mempunyai anak yang berusia kurang dari 3 tahun. Jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang tua, mertua atau rekan terdekat seandainya mereka bersedia menjaga anak Anda sementara Anda berisitirahat.
Kita di Indonesia sangat beruntung karena hubungan antar keluarga dan juga antar tetangga masih terjalin kuat. Sehingga tidak sulit untuk minta bantuan dari mereka saat kita membutuhkannya.
O ya, selain beristirahat Anda dapat berjalan-jalan atau berolah raga ringan agar kembali bugar dan membuang rasa marah jauh-jauh sebelum kembali ke medan ‘perang’.

3) Jadwalkan waktu ‘berkencan’ dengan pasangan

Kadang kala kita terlalu sibuk menjadi orang tua, dan melupakan pasangan kita. Tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua telah menyita sebagian besar dari waktu kita dan membuat kita mengabaikan kebutuhan pasangan.
Beberapa dari orang tua kadang merasa sangat marah pada anak, sehingga tanpa sadar kita membayangkan hari-hari Anda dan pasangan sebelum anak-anak lahir.
Ada baiknya Anda dan pasangan meluangkan waktu untuk berdua tanpa anak-anak. Hal ini akan membuat Anda kembali merasa dekat dengan pasangan, dan saat pulang ke rumah Anda dapat menghargai keberadaan anak-anak dan tidak merasa bahwa mereka telah memonopoli hidup Anda secara keseluruhan.

4) ‘Badai pasti berlalu’
Ya, rasa marah adalah sebuah bentuk dari emosi, namun perasaan itu akan makin menjadi bila Anda melulu memikirkannya. Misalnya, Anda marah karena anak membuat Anda merasa terganggu.
Anda berpikir bahwa anak Anda sangat egois dan tidak memahami bahwa Anda sedang merasa sangat lelah setelah bekerja seharian. Lalu Anda akan mencari alasan lain untuk membenarkan kemarahan Anda, bahkan menyangkutpautkannya dengan hal-hal yang tak ada hubungannya.
Semakin Anda memikirkan rasa marah Anda, semakin panas terasa di dada. Jadi, cobalah lakukan yang sebaliknya. Begitu Anda merasa marah, katakan pada diri Anda bahwa, “Ya saya marah, tapi saya akan rileks dan tenang. Ini bukanlah hal besar. Saya mampu menghadapinya.”
Carilah ungkapan yang tepat untuk dikatakan pada diri Anda sendiri ketika sedang marah, yaitu suatu ungkapan yang dapat menjauhkan Anda dari rasa marah. Kalau saya sih cukup dengan, “badai pasti berlalu.”

5) Mengelola aspek spiritual

JIka Anda merupakan pemeluk suatu agama, ada baiknya jika Anda meluangkan waktu untuk beribadah dan bermeditasi sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Semua agama mengajarkan cara-cara untuk merasa lebih baik dan tenang.
Hal ini akan membantu Anda untuk membangun perspektif yang seimbang dalam memandang kehidupan. Sehingga dalam kondisi apapun, rasa marah tidak akan mudah menyerang Anda. Banyak membaca buku motivasi juga dapat membantu Anda berpikir dua kali sebelum amarah membutakan penilaian Anda.
Benjamin Franklin mengatakan, “Amarah tidak pernah terjadi tanpa alasan, tapi alasan itu sering kali tidak tepat.” Begitu kita sudah mengetahui alasan di balik rasa marah kita (kadang-kadang bukan kebiasaan buruk anak yang membuat kita marah, tapi ada kejadian tak mengenakkan di tempat kerja dan kita membawa suasana hati yang tidak enak itu pulang), maka kita akan dapat mengatasinya dengan baik.
Berusahalah untuk mengelola amarah dengan efektif/ tepat karena anak-anak kita tidak layak dijadikan pelampiasan. Anda toh juga tidak mau berada pada posisi itu bukan?